Pemerintah Singapura Buka Akses Aplikasi Pendeteksi Penyebaran Virus

    Cahyandaru Kuncorojati - 26 Maret 2020 09:01 WIB
    Pemerintah Singapura Buka Akses Aplikasi Pendeteksi Penyebaran Virus
    Uji coba aplikasi TraceTogether di Singapura. (The Strait Times/Chong Jun Liang)
    Jakarta: Singapura yang mulai menerapkan teknologi di ponsel masyarakatnya untuk menelusuri penyebaran virus Korona membuat penguman baru. Mereka menyatakan aplikasi buatannya bernama TraceTogether boleh ditiru negara lain.

    Minister of Smart Nation Sinagpore, Vivian Balakrishnan menyatakan bahwa aplikasi buatan mereka kini dalam status open-source. Artinya, bisa digunakan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan.

    "Kami percaya bahwa keputusan untuk menyediakan code (aplikasi) ini kepada dunia akan membantu menumbuhkan kepercayaan dan kolaborasi dalam menghadapi ancamana global yang tidak mengenal batas, sistem politik, dan ekonomi," ungkapnya dikutip dari WCCF Tech.

    Dijelaskan sebelumnya bahwa aplikasi bernama TraceTogether menggunakan teknologi Bluetooth yang ada di ponsel masyarakat Singapura. Aplikasi tersbeut dibuat oleh Government Technology Agency (GovTech) dan Kementerian Kesehatan Singapura.

    Saat aplikasi dan konektivitas tersebut aktif maka dia bisa mengenali identitas penggunanya yang akan tersimpan oleh data pemerintah Singapura.

    Pemerintah Singapura Buka Akses Aplikasi Pendeteksi Penyebaran Virus

    Nantinya aplikasi ini bisa mengenali smartphone lain yang juga memasang aplikasi tersebut. Bluetooth di TraceTogether akan mengenali dan mengingat ponsel pengguna lain yang terdeteksi dalam radius dua meter dan terus berdekatan selama 30 menit.

    Nantinya, apabila salah satu pengguna ternyata positif virus Korona. Pemerintah akan meminta data TraceTogether yang ada di ponselnya. Tujuannya, pemerintah bisa memprediksi siapa saja warga negaranya yang sempat bertemu atau berdekatan dengan pasien virus Korona.

    Data tersebut akan tersimpan di ponsel pengguna aplikasi TraceTogether untuk hingga kira-kira lebih dari 20 hari untuk sebelum terhapus otomatis. Alasannya durasi tersebut menyesuaikan waktu inkubasi virus Korona untuk bermutasi dalam manusia untuk menjadi positif tertular.

    Mereka juga mengklaim bahwa aplikasi ini tidak akan menyimpan data seperti memantau lokasi penggunanya termasuk akses ke data lain di ponsel pengguna.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id