NASA Tunda Peluncuran Roket Terbesar di Dunia

    Lufthi Anggraeni - 15 Maret 2019 19:06 WIB
    NASA Tunda Peluncuran Roket Terbesar di Dunia
    NASA menunda peluncuran roket berukuran besar barunya demi peluncuran roket komersial.
    Jakarta: NASA mengumumkan ide untuk mengesampingkan peluncuran roket besar barunya, demi roket komersial yang akan diluncurkan ke Bulan pada tahun 2020 mendatang, karena NASA menilai Space Launch System (SLS) mengalami kesulitan untuk memenuhi targetnya.

    NASA telah merencanakan ekspedisi bertajuk Exploration Mission 1 (EM-1) sebagai ajang pengumuman pesawat luar angkasa barunya, Orion, dan roket berukuran besar karya SLS pada bulan Juni mendatang.

    Ekspedisi EM-1 akan diisi oleh peluncuran Orion tanpa awak ke luar angkasa dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. Orion akan didampingi oleh roket sekunder, bertugas untuk mendorongnya ke orbit di sekitar Bulan selama enam hari sebelum kembali ke Bumi.

    Proyek Orion dan SLS telah berjalan selama satu dekade, dan dalam kurun waktu tersebut, SpaceX menarik perhatian industri peluncuran pesawat luar angkasa komersial berkat roket yang dapat digunakan kembali serta dengan penawaran harga terjangkau.

    Ketertarikan industri peluncuran pesawat luar angkasa komersial ini juga didorong oleh keberhasilan SpaceX dalam mendemonstrasikan Falcon Heavy.

    Kini, tenggat waktu NASA untuk peluncuran Orion semakin mendekat, dan pimpinan organisasi antariksa ini dilaporkan CNET mulai kehilangan kesabaran terhadap SLS.

    Sementara itu, melalui situs blog resmi, Administrator NASA Jim Bridenstine menyebut bahwa NASA menargetkan untuk menguji Orion di orbit Bulan pada tahun 2020, dan melepaskan SLS pertama untuk peluncuran habitat atau hardware lain pada tahun 2021.

    Hal ini akan memungkinkan NASA untuk kembali ke jadwal semula terkait dengan misi orbit ke Bulan dengan pesawat berawak pada tahun 2020 mendatang.

    Bridenstine juga menyebut NASA akan melakukan pengkajian ide tersebut dan akan mengumumkan hasilnya dalam jangka waktu tidak kurang dari dua minggu dari unggahannya di blog tersebut.

    NASA juga menyebut berkomitmen untuk membangun dan menerbangkan SLS, yang memungkinkan kru dan muatan mendarat di Bulan, dan mungkin Mars, dengan lebih aman dan efisien jika dibandingkan dengan solusi temporer yang digunakan untuk dapat kembali ke jalur yang sesuai.

    Tindakan ini dilaporkan selaras dengan prioritas yang diterima NASA dari Gedung Putih, terkait perintah untuk bekerja sama dengan lebih erat, dengan perusahaan luar angkasa komersial.

    Inisiatif NASA terpisah dari Orion dan SLS ini diharapkan dapat mengirimkan muatan ke Bulan dalam waktu dekat pada tahun ini dengan bantuan perusahaan komersial.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id