Ramai #uninstallbukalapak, Apa Masalahnya?

    Cahyandaru Kuncorojati - 15 Februari 2019 08:25 WIB
    Ramai #uninstallbukalapak, Apa Masalahnya?
    (kiri-kanan) Menkominfo Rudiantara, Presiden RI Joko Widodo, CEO Bukalapak Achmad Zaky, dan Kepala BEKRAF Triawan Munaf.
    Jakarta: Kemarin malam, trending topic di Twitter untuk pengguna Indonesia dihebohkan dengan gerakan #uninstallbukalapak. Banyak masyarakat Indonesia yang bingung terkait fenomena tersebut, terlebih bagi mereka yang tidak menggunakan media sosial.

    Tagar #uninstallbukalapak menggema disebabkan kekecewaan yang dilontarkan sebagian warganet atau pengguna Twitter di Indonesia terhadap cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky di akun @achmadzaky yang kini sudah dihapus.

    Dalam cuitan tersebut, Zaky sebenarnya mempermasalahkan visi dan misi Indonesia menuju Revolusi Industri dan yang berbanding terbalik dengan posisi Indonesia dan negara lain dalam hal dana riset dan pengembangan teknologi.

    Di akhir cuitan, Zaky menuliskan kalimat "Mudah2an presiden baru bisa naikin", dengan maksud harapan agar angka dana untuk investasi dan pengembangan atau R&D (Research & Development) bisa lebih besar saat pemerintah dipegang oleh Kepala Negara Republik Indonesia yang baru.

    Gerakan #UninstallBukapalak kemudian menggema. Kalimat terakhir cuitan Zaky dianggap mendukung salah satu pasangan calon Presiden Republik Indonesia yang akan ditentukan pada Pilpres 17 April 2019 nanti.

    Ramai #uninstallbukalapak, Apa Masalahnya?

    Temuan ini bisa dilihat dari keterangan cuitan pengguna hashtag #UninstallBukalapak yang didominasi oleh pendukung pasangan calon Joko Widodo-Ma'aruf Amin. Bukti lain adalah pernyataan permintaan maaf yang dicuitkan oleh Zaky tidak lama setelah cuitan sebelumnya viral.

    Tampaknya Zaky menyadari bahwa cuitan yang sudah dihapusnya membuat banyak netizen salah paham, dan dirasa menyinggung pendukung pasangan calon Joko Widodo-Ma'aruf Amin. Cuitan selanjutnya Zaky menjelaskan alasan dana atau investasi di bidang riset dan pengembangan menjadi sangat penting.
     
    "Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya ???????????? jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya," begitu kicauan Zaky.

    Sementara pengguna hastag #DukungBukaLapak membuat cuitan yang didominasi oleh penyataan bahwa BukaLapak adalah aplikasi karya anak bangsa sehingga seharusnya tetap didukung. 

    Cuitan lain juga memaparkan penjelasan bahwa Pilpres di April nanti paslon manapun yang terpilih tetap akan disebut sebagai Presiden yang baru karena menjabat di periode pemerintahan yang baru.

    Dari pantauan Medcom.id pagi ini, di daftar trending topic Twitter Indonesia, #uninstallbukalapak sudah diramaikan oleh sekitar 38.4000 cuitan, masih lebih besar dari hashtag #DukungBukaLapak yang telah dicuitkan sebanyak 27.600 tweet.
     

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id