comscore

Analis: Bisnis Chipset Samsung Suguhkan Peningkatan Laba

Lufthi Anggraeni - 06 Juli 2022 08:40 WIB
Analis: Bisnis Chipset Samsung Suguhkan Peningkatan Laba
Jelang perilisan laporan finansial, analis mengungkap sejumlah prediksi soal laba dan kondisi Samsung.
Jakarta: Samsung Electronics diperkirakan akan merilis laporan finansial Q2 pada pekan mendatang, namun sejumlah analis memprediksi peningkatan sebesar 15,6 persen pada laba operasional jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini terjadi meski penurunan penjualan dari divisi perangkat elektronik konsumer. Mengutip GSM Arena, pengapalan smartphone mengalami penurunan menjadi diperkirakan sebanyak 61 juta unit selama periode dari bulan April hingga Juni lalu.
Pengapalan smartphone ini menurun 16 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal ini menyuguhkan laba operasional sebesar KRW2,6 triliun atau sekitar USD2 miliar (Rp30,03 triliun), KRW600 miliar (Rp6,9 triliun) lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

Bisnis panel layar Samsung juga mengalami penurunan permintaan dengan laba operasional diprediksi sebesar KRW1 triliun atau sekitar USD760 juta (Rp11,4 triliun), menurun dari KRW1,3 triliun (Rp) pada satu tahun lalu.

Sedangkan bisnis Home Appliances mendapati penurunan lebih besar, dengan laba operasional mengalami penurunan sebesar separuh, menjadi KRW500 miliar (Rp5,7 triliun). Namun, bisnis chip Samsung dilaporkan cukup untuk menutupi permintaan lebih rendah pada produk konsumen.

Analis memprediksi peningkatan sebesar 24 persen dan laba operasional sebesar KRW9,8 triliun atau sekitar USD7,5 miliar (Rp112,6 triliun). Pengapalan chip DRAM meningkat sebesar 9 persen, dan permintaan untuk chip flash NAND meningkat 2 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara total, penjualan Samsung selama Q2 diperkirakan sebesar KRW76,8 triliun atau sekitar USD58,4 miliar (Rp877,3 triliun) meningkat 20,5 persen, sedangkan laba operasional sebesar KRW14,5 triliun atau sekitar USD11 miliar (Rp165,2 triliun), meningkat sebesar 15,6 persen jika dibandingkan dengan Q2 2021.

Sebelumnya, Samsung Foundry mengumumkan pihaknya telah memulai produksi massal chipset generasi pertamanya pada node 3nm. Chipset ini berbasis pada arsitektur transistor Gate-All-Around (GAA) baru, merupakan langkah selanjutnya setelah FinFET.
 
Jika dibandingkan dengan 5nm, chipset 3nm generasi pertama Samsung dapat menyuguhkan performa lebih baik hingga 23 persen, pengurangan konsumsi daya hingga 45 persen dan pengurangan area permukaan hingga 16 persen.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id