Xiaomi Kunci Perangkat yang Diaktifkan di Wilayah Terlarang

    Lufthi Anggraeni - 14 September 2021 11:09 WIB
    Xiaomi Kunci Perangkat yang Diaktifkan di Wilayah Terlarang
    Xiaomi akan mengunci perangkat baru yang diaktifkan di negara atau wilayah terlarang.



    Jakarta: Xiaomi akan mencegah konsumen menggunakan perangkat yang dibeli dari negara lain tanpa melalui jalur resminya. Xiaomi telah memasukan fungsi baru terkait dengan permasalahan ini pada antarmuka penggunanya.

    Mengutip laporan di forum internet, fungsi ini akan memblokir ponsel baru jika diaktifkan di negara yang dilarangnya. Xiaomi, seperti manufaktur besar lain, memiliki daftar negara dan wilayah yang dilarang untuk mengekspor produk karyanya.

     



    Wilayah tersebut termasuk Kuba, Sudan Selatan, Suriah, Krimea, Iran, dan Korea Utara. Seluruh negara yang masuk dalam daftar tersebut disebut sebagai negara bermasalah dalam hal hubungan internasional, wilayah yang disengketakan, hak kemanusiaan, atau terorisme.

    Hal tersebut menjadi alasan negara sekutu melarang perusahaan untuk menggunakan teknologi negara barat untuk mengekspor produk mereka ke lokasi kontroversial tersebut. Namun, bahkan jika Xiaomi tidak secara resmi mengekspor produk ke wilayah ini, penjual pihak ketiga kerap mengekspor produk tersebut.

    Tindakan penjual pihak ketiga ini dinilai memicu Xiaomi untuk mengambil keputusan pemblokiran tersebut. Dengan demikian, jika pengguna berada di wilayah terlarang di seluruh dunia, dan mengaktifkan perangkat Xiaomi, maka perangkat akan dikunci oleh manufaktur dalam beberapa hari.

    Pada halaman awal perangkat yang dikunci, pengguna akan menemukan keterangan bahwa kebijakan Xiaomi tidak mengizinkan penjualan atau penyediaan produk ke wilayah lokasi pengguna mencoba untuk mengaktifkan perangkat.

    Keterangan tersebut juga menampilkan imbauan pengguna untuk menghubungi peritel secara langsung guna mendapatkan informasi tambahan. Namun, Xiaomi hanya akan mengunci perangkat versi terbaru.

    Artinya secara teori, pengguna dapat mengaktifkan perangkat sebelum memasuki wilayah terlarang sehingga dapat menggunakannya di wilayah tersebut, guna menghindari kebijakan penguncian Xiaomi itu.

    Sementara itu, persyaratan dan ketentuan Xiaomi tidak menjelaskan terkait penguncian perangkat untuk alasan itu. Xiaomi hanya menyebutkan negara dan wilayah yang dilarang untuk kegiatan ekspor, namun fitur baru ini tidak dapat ditemukan.

    Manufaktur lain berpotensi untuk mengikuti langkah Xiaomi dan juga mulai mengunci perangkat baru yang diaktifkan di wilayah tersebut. Dengan demikian, pengguna tidak akan dapat menggunakan perangkat yang diimpor secara ilegal di wilayah terlarang tersebut.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id