Minim SDM, Kebutuhan Pengembangan Big Data Terus Digenjot

    Cahyandaru Kuncorojati - 13 November 2019 07:24 WIB
    Minim SDM, Kebutuhan Pengembangan Big Data Terus Digenjot
    Jajaran perwakilan perusahaan penerima penghargaan dalam DataGovAI 2019 Award.
    Jakarta: Big Data menjadi topik yang mulai dirasakan penting seiring pertumbuhan teknologi digital. Munculnya data yang sangat banyak dilihat bisa dikelola dan dikembangkan untuk dianalisa sehingga menghasilkan value atau informasi penting.

    Sayangnya keinginan ini di Indonesia masih terbentur dengan jumlah sumber daya manusia yang menekuni atau ahli di ilmu sains data. Padahal teknologi Big Data bisa menyediakan informasi dan membantu pengambilan langkah atau keputusan strategis sebuah perusahaan maupun negara.

    Demi mengatasi hal ini, oganisasi seperti Asosiasi Big Data & AI Indonesia kerap menggelar seminar dan pelatihan mengenai ilmu sains data serta penerapan Big Data. Misalnya, acara DataGovAI 2019 Summit yang digelar di Jakarta.

    "Indonesia kekurangan data science. Di acara ini kita mengundang ahli mancanegara dari Rusia, Eropa dan berbagai negara sehingga bisa tukar menukar pengetahuan. Indoneisa ternyata cukup maju," tutur Ketua Asosiasi Big Data & AI Indonesia, Rudi Rusdiah.

    Di acara ini perusahaan seperti Gojek dan Telkom Indonesia menjadi dua perusahaan lokal yang sudah terdepan dalam pengembangan dan pemanfaatan Big Data dalam bisnisnya. Keduanya dinilai berhasil mengumpulkan data mentah menjadi data yang dapat menunjukkan preferensi serta kebutuhan masyarakat.

    "Jadi data secara umum itu bisa membantu generate values yang banyak. Ada beberapa hal yang pertama sisi transparansi, dengan kita punya data kita bisa ambil keputusan yang lebih baik," ujar VP Data Science Gojek, Syafi Bahar.

    "Karena dengan adanya inovate big data kita bisa melihat dengan granular, apa sih yang terjadi dengan bisnsi kita, jadi pengambilan keputusan kita bisa lebih tepat. Kedua, adanya big data membuat kita bisa enable eksperimentasi dalam pengambilan keputusan," jelasnya.

    "Kita terus melakuakn upaya signifikan untuk memastikan data-data ini bisa kita reconize dan bisa dipakai untuk kepentingan masyarakat. Contohnya, saat orang membutuhkan suatu services dengan mudahnya dia bisa minta informasi itu," beber Direktur Consumer Service PT Telkom Indonesia.

    "Sebaliknya, Telkom juga bisa memberikan layananan atau informasi tadi lebih cepat karena kita sudha punya profiling data dengan tepat dan untuk apa oleh customer," imbuhnya.





    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id