Intel Luncurkan RealSense ID

    Lufthi Anggraeni - 08 Januari 2021 14:10 WIB
    Intel Luncurkan RealSense ID
    Intel meluncurkan solusi pengenalan wajah yang memanfaatkan RealSense bertajuk RealSense ID.
    Jakarta: Intel meluncurkan RealSense ID, solusi pengenalan wajah yang mengandalkan teknologi depth-sensing RealSense. RealSense dimulai sebagai kamera bergaya Kinect untuk interaksi tanpa sentuhan.

    Mengutip The Verge, RealSense ID menjadi upaya Intel untuk mengukuhkan kembali kehadiran bisnis kamera keamanannya di ranah teknologi pengenalan wajah yang aman di perangkat terlebih dahulu, sekaligus berpotensi menempatkan perusahaan dalam kontroversi.

    Pemanfaatan RealSense ID pada teknologi depth-sensing dengan jaringan neural untuk mengidentifikasi wajah, system-on-a-chip khusus, dan elemen pengamanan yang mengenkripsi dan memproses data pengguna.

    Perangkat disebut dapat mempelajari dan mengadaptasi wajah dari waktu ke waktu, menangani rambut wajah, berbagai warna kulit, dan masker wajah. Teknologi ini tersedia pada modul yang dapat diintegrasikan ke produk lain atau periferal mandiri yang dapat dihubungkan ke komputer.

    Teknologi Intel RealSense telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir, dan demo teknologi ini menampilkan sejumlah pemanfaatan seperti mendaftarkan wajah ke Fallout 4, dan pemanfaatan lain seperti membuka kunci laptop dengan Windows Hello.

    Intel mengindikasikan aplikasi baru RealSense dapat digunakan dalam berbagai pengaturan, seperti ATM, registrasi, dan kunci pintar. Namun, Intel tidak menyebutkan pemanfaatan aplikasi baru ini pada skenario penggunaan teknologi pengenalan wajah populer lain, yaitu sistem pelacakan dan pemrofilan orang oleh badan penegak hukum dan pemerintah.

    Pada tahun 2020 lalu, software pengenalan wajah diciptakan oleh Huawei untuk melacak kaum minoritas Uighur yang teraniaya di Tiongkok. Sementara itu pada musim panas lalu di Amerika Serikat, teknologi pengenalan wajah digunakan oleh New York City Police Department untuk melacak aktivis Black Lives yang dituduh melakukan tindak kekerasan.

    Intel telah mengambil langkah tanggapan terkait potensi bias di RealSense ID dengan membangun lebih banyak sampel wajah yang beragam untuk melatih RealSense. Intel menyebut RealSense ID memiliki peluang kecil untuk melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi seseorang.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id