Berikan Janji, Kominfo Cabut Blokir Tik Tok

    Cahyandaru Kuncorojati - 10 Juli 2018 18:27 WIB
    Berikan Janji, Kominfo Cabut  Blokir Tik Tok
    Tik Tok sudah bisa kembali digunakan.
    Jakarta: Setelah seminggu diblokir, Tik Tok dinyatakan sudah bisa diakses kembali.
    Dalam sebuah pesan singkat kepada Medcom.id, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza menyatakan bahwa kini masyarakat Indonesia sudah bisa kembali mengakses aplikasi yang sempat membuat heboh Indonesia tersebut.

    Berdasarkan percobaan Medcom.id mengakses aplikasi Tik Tok, pengguna sudah bisa memutar beragam video yang ditayangkan. Namun beberapa pengguna internet ada yang menuturkan bahwa mereka masih belum bisa mengakses aplikasi tersebut.
    Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa hal itu benar. Dia menyebutkan bahwa pihak penyedia layanan Tik Tok yang minggu lalu bertemu dengan pihak Kementerian Kominfo sudah mengirimkan surat yang menyatakan komitmen untuk memenuhi janji yang diajukan demi bisa diakses lagi di Indonesia.

    "Per tadi siang, mereka sudah memberikan surat komitmen, jadi kami langsung buka. Mereka serius untuk melihat potensi pasar di Indonesia. Ada beberapa hal yang mereka sudah lakukan, seperti membersihkan konten negatif," ungkap Semuel.

    "Mereka berjanji mengembangkan sistem dengan teknologi AI (artificial intelligence) untuk membatu mem-filter konten. Mereka juga akan merekrut karyawan Indonesia sampai 200 karyawan untuk mengawasi konten," imbuh Semuel.

    Semuel menilai langkah penyedia layanan Tik Tok untuk berkomunikasi dengan Kementerian Kominfo tergolong sangat cepat, sehingga tidak ada alasan untuk memblokir lebih lama aplikasi tersebut.

    Dia menilai usaha pihak layanan Tik Tok untuk menghapus konten yang berisi unsur konten negatif sudah terlihat. Selain itu, mereka akan segera menyiapkan peraturan baru serta fitur tombol report atau lapor khusus untuk platform di Indonesia.

    "Untuk government channel, kalau kita ada komplain langsung diterima Tik Tok, bukan ke customer care mereka. Itu dilakukan juga oleh Facebook, Twitter, dan YouTube,” tutur Semuel.
    Semuel menjelaskan bahwa beberapa pengguna yang belum bisa mengakses aplikasi Tik Tok kemungkinan besar karena perbedaan kecepatan masing-masing operator seluler untuk mencabut blokir aplikasi tersebut.

    Hal yang serupa saat Kementerian Kominfo menyatakan memblokir aplikasi Tik Tok minggu lalu tapi ternyata masih bisa diakses lewat layanan Wi-Fi.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id