comscore

Hadir di Computex 2022, ARM Bahas AI Sistem Otonom, Komputasi Cloud, dan Metaverse

Cahyandaru Kuncorojati - 26 Mei 2022 14:15 WIB
Hadir di Computex 2022, ARM Bahas AI Sistem Otonom, Komputasi Cloud, dan Metaverse
ARM mengisi keynote speeech di Computex 2022.
Jakarta: Perusahaan besar produsen semikonduktor dunia yaitu ARM turut hadir di Computex 2022 yang digelar di Taipei, Taiwan, sejak 24 Mei hingga 27 Mei 2022 oleh TAITRA. Di kesempatan ini ARM ikut membicarakan mengenai tren teknologi Artificial Intelligence (AI) komputasi cloud, metaverse, dan teknologi ke depannya.

President of ARM Taiwan, CK Tseng membagikan pandangannya mengenai tantangan pandemi bagi sektor teknologi namun kemudian menjadi peluang untuk bisa menciptakan teknologi digital masa depan.
Tseng mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah cara manusia hidup, bekerja, dan bermain. Hal ini jelas berdampak langsung terhadap sektor teknologi yang selama ini sangat membantu kehidupan manusia.

“Saat berada di kondisi tersebut, siapapun akan menyesal apabila mereka tidak bisa menjalankan pabrik, gudang tidak dikelola, dan tidak memiliki smart retail. Hal semacam ini membutuhkan kemampuan komputasi dan AI, ARM sebagai penyedia platform komputasi juga harus mencari cara untuk bisa menyediakan solusi kepada mitra kami,” jelasnya.

Menurut Tseng implementasi otomasi dan sistem pintar sangat berperan saat ini di dunia yang serba mengandalkan teknologi. ARM juga berkomitmen untuk memberikan dukungan inovasi teknologi bagi mitra mereka.

ARM berfokus untuk beradaptasi dari bisnis model tradisional yang bersifat mode a-la-carte yang selama ini diinginkan customer sebelum ARM menyediakan paten teknologinya menjadi ARM Flexible Access (AFA).

Jadi pada model AFA disediakan bentuk buffet sebagai bisnis model baru, hal ini memungkinkan mitra ARM untuk mengakselerasi inovasinya dengan menyediakan paten, tools, dan pelatihan terbaru, atau dengan biaya paling terjangkau dari ARM.

Mitra ARM akan bisa bereksperimen dan mendesain seluruh portofolio dengan bebas biaya lisensi hanya pada tahap manufaktur, biaya baru akan dikenakan ketika paten digunakan dalam desain akhir SoC.

Model bisnis AFA dari ARM juga diperkenalkan Tseng kepada kalangan startup sebagai komitmen perusahaan dalam mendukung startup early stage yang memiliki keterbatasan pendanaan. Program AFA for Startup menyediakan akses ke paten, tools, dan pelatihan ARM tanpa biaya.

Tseng juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan pihak ketiga untuk bisa memberikan jangkauan layanan yang lebih baik. Saat ini model bisnis AFA dan AFA for Startup diklaim sudah menghasilkan lebih dari 20 lisensi di Taiwan.

ARM juga berkolaborasi dengan ITRI dan Industrial Development Bureau (IDB) untuk menciptakan platform bernama IC design platform untuk layanan komunitas startup global.

“Banyakan sekali peluang yang bisa dibuka,  tapi kami ingin bersama-sama memanfaatkan digitalisasi dan membuka potensi manusia di dengan teknologi digital,” ujar Tseng.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id