Bos Telegram Salahkan Tiongkok Soal Serangan Siber

    Lufthi Anggraeni - 15 Juni 2019 08:34 WIB
    Bos Telegram Salahkan Tiongkok Soal Serangan Siber
    CEO Telegram menyalahkan Tiongkok atas serangan siber yang menerpa aplikasinya sehingga tidak dapat diakses.
    Jakarta: Unggahan di akun Twitter, CEO Telegram Pavel Durov menyalahkan Tiongkok untuk serangan siber yang menerpa aplikasi Telegram. Serangan ini dirasakan pengguna layanannya pada awal pekan ini.

    Durov menyebut serangan Distributed Denial of Service (DDoS) besar berasal dari alamat internet di dalam wilayah Tiongkok. Serangan DDoS ini mengirimkan permintaan dalam jumlah besar secara bersamaan ke Telegram, seperti laporan Phone Arena.

    Permintaan ini menghambat aplikasi dan menjadikannya tidak dapat diakses oleh sebagian besar pengguna. Durov menyebut bahwa serangan tertarget dan kuat ini terkait dengan protes yang terjadi di Hong Kong.

    Pemrotes berjumlah banyak mengeluhkan undang-undang baru yang dinilai berpotensi untuk mengizinkan masyarakat Hong Kong diekstradisi ke Tiongkok. Durov juga pernah menyampaikan pendapat serupa sebelumnya, saat serangan DDoS berskala serupa terjadi bersamaan dengan aksi unjuk rasa di Hong Kong.

    Karena enkripsi yang digunakan untuk menyembunyikan konten pesan, Telegram menjadi aplikasi populer di kalangan pemrotes di berbagai negara. Sebab memungkinkan mereka untuk mengkoordinasikan pesan dengan hingga 200 ribu orang, tanpa khawatir diawasi pihak berwajib.

    Serangan DDoS di Telegram akan mencegah pemrotes di Hong Kong untuk melakukan kesepakatan berkumpul di lokasi dan waktu tertentu. Pemerintah Tiongkok membantah bahwa negaranya bertanggung jawab untuk serangan tersebut.

    Perwakilan Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menyebut bahwa pihaknya belum mengetahui insiden tersebut terjadi. Sebelumnya,Telegram X menerima update cukup besar dengan versi 0.21.7.1151, atau disebut sebagai April Update.

    Update ini berisi perubahan dan penambahan fitur dalam jumlah banyak, salah satunya adalah sistem notifikasi yang dibangun kembali dari awal, disebut oleh Telegram dengan nama Notifications 2.0.

    Sistem baru ini hadir dengan perbaikan stabilitas dan sejumlah fitur kustomisasi. Sebagai informasi, Telegram X merupakan versi lebih canggih dari Telegram yang hadir dengan sejumlah fitur eksperimental dan kendali pengaturan lebih baik.

    Sementara itu, Telegram juga meluncurkan fitur yang memungkinkan Anda untuk menghapus semua pesan di chat Anda, tidak peduli siapa yang mengirim pesan itu. Sebelumnya, pengguna hanya bisa menghapus pesan yang dikirim dalam waktu 48 jam, kemudian dapat menghapus keseluruhan pembicaraan di ponsel pengguna dan rekan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id