Kemenparekraf Sambut Baik Game Baru Garena, Fantasy Town

    Lufthi Anggraeni - 31 Juli 2020 09:44 WIB
    Kemenparekraf Sambut Baik Game Baru Garena, Fantasy Town
    Game kasual pertama Garena, Fantasy Town, mendapatkan sambutan baik dari Kemenparekraf.
    Jakarta: Lebih dikenal sebagai produsen dan penerbit game dengan genre MOBA seperti League of Legends, Free Fire, Arena of Valor, hingga Call Duty, Garena memperluas cakupan genre game karyanya dengan menghadirkan game kasual bertajuk Fantasy Town.

    Game kasual yang diluncurkan pada pertengahan bulan Juli 2020 lalu ini, mengusung elemen lokal yang disebut Garena, sekaligus menjadi bagian dari kontribusinya untuk melestarikan budaya lokal Indonesia. Dan kehadiran game ini juga mendapatkan sambutan baik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

    “Game ini bisa menjadi media edukasi bagaimana game Fantasy Town ini memasukan unsur-unsur budaya Indonesia, bahkan karakter lokal, adalah potensi yang sangat luar biasa,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemasaran Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Josua Puji Mulia Simanjuntak.

    Semetara itu, Direktur Garena Indonesia Hans Kurniadi Saleh menyebut bahwa game Fantasy Town ini memiliki keunggulan yaitu tidak terikat pada waktu, sehingga dapat dimainkan bahkan oleh pemain dengan tingkat kesibukan tinggi.

    Sebab Fantasy Town diiklaim Hans tidak mengharuskan mereka menyelesaikan satu bab terlebih dahulu sebelum keluar dari game agar tidak kehilangan nyawa di permainan.

    Membanggakan kehadiran sejumlah konten lokal, game ini mengusung bangunan bersejarah Indonesia seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Fatahilah, serta rumah adat, termasuk rumah adat dari NTT, Makassar, hingga Papua.

    Game ini juga berbekal karakter Nusantara seperti Garuda, Nyi Roro Kidul, dan Kabayan. Garena juga mengumumkan kehadiran konten lokal baru, berupa bangunan bersejarah Indonesia lainnya yaitu Candi Borobudur.

    Dirilis pada pertengahan bulan Juli lalu, Garena mengklaim game Fantasy Town sudah dimainkan oleh sekitar satu juta pemain. Hans berharap angka tersebut dapat mencapai 10 juta pemain sebelum akhir tahun 2020 ini.

    Sebagai game kasual, Hans menjelaskan bahwa di masa mendatang, Fantasy Town akan terus menambah konten bernuansa lokal, bertujuan untuk mengundang pemain untuk kembali memainkan game ini.

    Hans juga menyebut bahwa Indonesia memiliki bangunan bersejarah yang dapat dihadirkannya di game, sehingga pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan lebih banyak bangunan tersebut guna mendorong masyarakat asal lokasi berdirinya bangunan ini untuk memainkan Fantasy Town.

    Tidak hanya itu, Hans memiliki ide memanfaatkan story cutscene untuk menyisipkan legenda, mitos, atau fabel asal Indonesia. Selain memperkenalkan cerita rakyat kepada warga Indonesia, hal ini juga dinilai Hans berpotensi menjadi tantangan bagi developer game Garena untuk dapat bersaing dengan developer game internasional.

    Game Fantasy Town diluncurkan oleh Garena di Google Play Store untuk platform Android, serta App Store untuk platform iOS. Sebagai informasi, game ini bersifat free to play dengan mikrotransaksi tidak agresif dan dapat dimainkan semua umur.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id