Kisruh FIFA dan EA, FIFA 22 Malah Jadi Game Olahraga Terpopuler di Dunia

    Cahyandaru Kuncorojati - 24 Oktober 2021 14:38 WIB
    Kisruh FIFA dan EA, FIFA 22 Malah Jadi Game Olahraga Terpopuler di Dunia
    Game FIFA 22.



    Jakarta: Di tengah kisruh antara FIFA dan Electronic Arts (EA) terkait perpanjangan kontrak lisensi nama Federasi Sepak Bola Internasional dama franchise game, ternyata game FIFA 22 terbukti masih sangat digemari sehingga keduanya mungkin harus bernegosiasi kembali sebelum memutuskan berpisah.

    Informasi terbaru dari EA mengklaim bahwa game FIFA 22 menjadi game genre olahraga terpopuler di dunia. Hal ini ditunjukan dari catatan yang diperoleh sejak 22 hari setelah game tersebut dirilis ke pasar. EA mengklaim game FIFA 22 sudah dimainkan di lebih dari 200 negara.

     



    Game FIFA 22 yang dimainkan dengan cara terhubung ke internet ini diklaim sudah dimainkan sebanyak 46 triliun menit dan 2,1 miliar match atau pertanding dengan rata-rata ada 89 juta match yang dimainkan per harinya.

    Data ini diklaim FIFA sama dengan durasi 87,8 juta tahun gameplay. Makanya EA mengklaim game FIFA 22 adalah game genre olahraga terpopuler di dunia. Prestasi ini tidak mengherankan mengingat game FIFA mendominasi genre game sepak bola dan di kategori olahraga merupakan yang paling populer.

    EA diketahui memiliki sejumlah franchise game olahraga atau genre sports yang dikelola oleh EA Sports, namun kategori sepak bola memang memiliki lebih banyak basis penggemar di berbagai negara dibandingkan bolaa basker maupun American football atau rugby.

    “Pertumbuhan platform global sepak bola kami terus berkembang dalam kecepatan yang tidak diprediksi dan komunitas kami sangat terlibat di dalamnya,” ujar VP Brand EA Sports, David Jackson.

    “Kami sangat bangga untuk melanjutkan momentum tersebut dengan terus menyajikan game sepak bola paling imersif kepada penggemar di seluruh dunia,” sambungnya. Dia menyebut keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dengan ratusan franchise turnamen sepak bola.

    Di dalam pernyataan tersebut EA mencantumkan nama seperti Premier League, Bundesliga, LaLiga Santander, UEFA, dan CONMEBOL. Sayangnya mereka tampak enggan menyebut nama FIFA terkait dengan masalah yang masih berlangsung.

    Sebelumnya dilaporkan bahwa FIFA menaikan nilai kontrak lisensi per tahun hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. EA kemudian merespon dengan menyatakan berencana mengganti nama game sepak bola mereka yang memberikan petunjuk rencana untuk berpisah.

    Di pihak FIFA, mereka juga menyatakan sangat terbuka dengan banyak pihak dalam mengembangkan konvergensi antara game sepak bola dengan olahraga aslinya. Menurut FIFA, prospek potensial hal ini tidak seharusnya hanya dikendalikan oleh satu pihak saja.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id