Penjualan Perdana Nintendo Switch di Tiongkok Sukses, Tapi...

    Cahyandaru Kuncorojati - 11 Desember 2019 10:34 WIB
    Penjualan Perdana Nintendo Switch di Tiongkok Sukses, Tapi...
    Pengumuman kerja sama Nintendo dan Tencent bulan lalu. (Weibo/Nintendo)
    Jakarta: Bulan lalu dilaporkan bahwa Tencent bekerja sama dengan Nintendo untuk memasarkan pernagkat Switch pertama kali di Tiongkok tahun ini. Kini laporan mengenai kesuksesan Nintendo Switch di negara tersebut mulai terdengar.

    Penjualan Switch dilaporkan sukses besar berdasarkan angka pemesesannya di Tiongkok. Penjualan dilakukan tidak oleh Nintendo langsung melainkan melalui ecommerce seperti JD.com dan Fenqile.

    Dikutip dari CNBC, pada hari Senin waktu Tiongkok sekitar 105 juta konsumen melakukan pemesanan Nintendo Switch di e-commerce. Tentu saja tidak semua pemesanan sudah melakukan pembayaran, tapi angka ini termasuk besar untuk penjuakan perdana.

    Dilaporkan perwakilan situs ecommerce Fenqile Nintendo Switch sebagai produk paling populer di layanan mereka melampui produk lainnya selama setahun ini.

    Kabar keberhasilan ini disebut berkontribusi atas melonjaknya saham Nintendo kemarin sebesar 2,9 persen. Peningkatan ini disebut tertinggi dalam satu hari yang pernah dicapai Nintendo sejak 9 Mei 2018.

    Analis industri meprediksi penjualan Nintendo Switch bisa mencapai sekitar 100 ribu unit sebelum akhir 2019. Di global sendiri Nintendo Switch telah berhasil terjual hingga 41,67 juta unit sejak dirilis pada Maret 2019.

    Namun kesuksesan Nintedo kali ini bukan tanpa tantangan. Penjualan konsol asing di Tiongkok sempat dilarang hingga tahun 2014. Keuntungan bagi pasar konsol dan game pendukungnya di Tiongkok hanya sekitar 1,3 persen tahun ini, menurut riset firma Niko Partners.

    Nintendo Switch diyakini akan lebih sukses dibandingkan Xbox One X dan PlayStation 4. Alasannya, harga perangkat mobile buatan Nintendo ini masih lebih murah dibandingkan keduanya.

    Tantangan yang paling berat dan harus dihadapi Nintendo setelah ini adalah kebiasaan konsumennya. Gamer di Tiongkok terbiasa dengan game gratis model free-to-play.

    Model bisnis game free-to-play selama ini memang dianggap masih menguntungkan bagi developer game mobile. Namun, keuntungannya tergolong kecil bagi perusahaan game besar. Satu lagi, model bisnis game seperti ini tidak pernah diterapkan sebelumnya oleh Nintendo.

    Mereka yang ingin bermain game di Nintendo Switch harus membeli kartrid game atau memanfaatkan layanan game streaming punya Nintendo dengan sistem berlangganan.

    Menurut CEO Kantan Games, Serkan Toto yang begerak di bidang konsultan pasar, masih ada senjata untuk Nintendo berjuang di pasar Tiongkok. Senjatanya adalah game di platform tersebut yang selalu eksklusif.

    "Nintendo Switch menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki PC, konsol, mobile, maupun platfom lain. Mereka punya software atau game yang banyak dan eksklusif yang tidak bisa didapatkan gamer Tiongkok di manapun. Beberapa IP populer mereka berhasil mendunia seperti Mario, Zelda, maupun Pokemon," jelas Serkan.

    Fitur andalan Nintendo Switch yang bisa menyajikan game sekelas konsol untuk dimainkan secar mobile jadi alasan konsol ini bisa menarik di mata gamer mobile Tiongkok.

    "Desain hybrid Nintendo Switch jadi nilai jual dibandingkan konsol dan kami meyakini kemampuannya untuk bermain game di rumah dan di mana saja bisa menarik bagi gamer Tiongkok dengan gaya bermain serupa," tulis analis perwakilan firma Niko Partners dikutip dari CNBC.

    Jangan lupa, dengan dukungan Tencent yang besar sebagai perusahaan game mobile dan cukup dipercaya pemerintah Tiongkok maka jalan Nintendo di Tiongkok bisa lebih mulus lagi.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id