Review Game

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Cahyandaru Kuncorojati - 24 Januari 2021 14:12 WIB
    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan
    Cyberpunk 2077.



    Jakarta: Mungkin agak sedikit telat bagi Medcom.id untuk mengulas game Cyberpunk 2077 garapan CD Projekt Red (CDPR). Namun ini semua demi menanti perbaikan dari pihak pembuat game lewat sejumlah patch yang tampaknya belum sempurna.

    Penantian hingga sembilan tahun dengan ekspektasi yang tinggi berkat hype yang dibangun oleh CD Projekt Red ternyata kandas. Cyberpunk 2077 dirilis dengan banyak masalah yang mungkin lebih buruk dari Assassin's Creed Unity yang kerap jadi meme saat bicara bug di dalam game.

     



    Apakah Cyberpunk 2077 tidak pantas dibeli dan dimainkan? Menurut Medcom.id tidak sepenuhnya benar, berikut ulasan kami untuk game fenomenal atau kontroversial ini.
     
    SPESIFIKASI PC Testbed Medcom.id
    Prosesor  Intel Core i9-10900K, AMD Ryzen 5 5600X
    Motherboard  ASUS ROG Strix Z490-E Gaming, ASUS ROG Strix X570-E Gaming
    RAM  Team Dark Alpha Z, T-Force Xtreem ARGB
    VGA  Zotac Gaming GeForce RTX 3070 Twin Edge, Sapphire Pulse RX 5700 XT 8G
    Pendingin  Noctua NH-U12S Chromax Black, Noctua NH-D15 Chromax Black
    Storage WD Black SN750 1TB, TeamGroup MP34 1TB
    PSU  Corsair RM 850X
    Monitor  ASUS ROG Swift PG258Q, ViewSonic VX2485-MHU
    Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
    Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
    Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
    Headset Corsair HS60, Corsair HS70

    1. Tema dan Grafis Memukau
    Banyak yang menilai kualitas grafis Cyberpunk 2077 tidak sesuai janji atau teaser yang pernah dipamerkan CDPR di acara E3 dan lainnya. Apabila mengikuti pemberitaan soal game ini tampaknya masalah kualitas grafis terletak di teknis game yang berantakan.

    Namun saat masalah tersebut tidak muncul dan bermain di kualitas grafis tinggi Cyberpunk 2077 menyajikan kualitas grafis dari dunia yang berbeda dari game open-world lainnya.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Cyberpunk 2077 menyajikan sebuah kota futuristik di tahun 2077 yang dihiasi beragam baliho iklan warna-warni. Night City bukan satu-satunya lokasi arena permainan. Ada sejumlah kota dengan tema yang berbeda, yang terlihat kumuh, kota pusat bisnis, hingga lahan tandus yang terkucilkan peradaban.

    Perbedaan tema yang beragam di arena permainan membuat latar belakang cerita yang beragam. Efek bayangan dan cahaya dipoles habis-habisan di Cyberpunk 2077 mengingat efek kota yang futuristik menjadi daya tarik grafisnya.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Futuristik tidak menjadi tema satu-satunya. Desain kota dan sekitarnya memperlihatkan bahwa di tahun 2077 ada pergesekan antara masyarakat yang mulai mengadopsi gaya hidup teknologi dengan memasang implan robotik di tubuh atau memilih tinggal di pinggiran kota.

    Sayangnya, di sini tampaknya gaya hidup seks justru lebih banyak ditonjolkan seakan-akan di masa depan teknologi hanya menyajikan hiburan semacam itu. Hal ini membuat Cyberpunk 2077 menurut kami sangat tidak dianjurkan dimainkan atau ditonton anak-anak.

    2. Jalan Cerita Menarik tapi Opsi Dialog Kurang Mendalam
    Cyberpunk 2077 menawarkan tiga opsi di awal bermain sebelum mendesain karakter sendiri. Opsi ini ditawarkan untuk menjadi chapter awal petualangan atau LifePath karakter protagonis.

    Sayangnya opsi yang diberikan yaitu Nomad, Streetkid, dan Corpo tampaknya hanya jadi pembuka awal jalan cerita saja dan sisanya menjadi opsi dialog yang akan mempermudah misi yang dijalankan.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Efek atau konsekuensi dari opsi dialog juga tidak terasa mendalam atau begitu berpengaruh. Namun secara keseluruhan jalan cerita yang disajikan menurut Medcom.id cukup menarik tapi kurang memiliki banyak klimak atau membuat emosi gamer ikut terbawa.

    Dikisahkan protagonis bernama panggilan V yang memulai petualangannya sebagai mercenaries menyelesaikan beragam misi untuk menjadi legenda di kota Night City, kota berisi fixer atau yang memberikan beragam misi kotor dan berbahaya.

    Perjuangan V tidak hanya itu. Dia harus menyelamatkan nyawa dari teknologi Relic yang tertanam di kepalanya dan berisi engram atau nyawa virtual dari Johny Silverhand yang diperakan Keanu Reeves, dan berambisi menumbangkan korporasi keamanan bernama Arasaka.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Tidak banyak adegan yang bisa mengaduk emosi gamer seperti saat bermain game Red Dead Redemption 2 maupun The Witcher yang jadi senior dari Cyberpunk 2077 karya CDPR. Adegan yang sedih menurut Medcom.id mungkin saat sahabat V yaitu Jackie Welles gugur dalam sebuah misi.

    3. Gameplay Menarik dengan Mekanik yang Buruk
    Gameplay di Cyberpunk 2077 sangat menarik. Gamer akan bisa meningkatkan skill dan kemampuan robotik lewat cyberware yang bisa dibeli, dan hampir sulit ditemukan di sepanjang misi.

    Elemen RPG di Cyberpunk 2077 terlihat dari Tree Skill yang mendukung gaya permainan gamer, menyerbu dengan serangan senjata dan efeknya yang "sakit" atau bermain aman dengan melumpuhkan musuh dari jarak jauh dengan meretasnya atau quickhacking.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Apabila pernah bermain game franchise Watch Dogs dari Ubisoft maka mudah memahami quickhacking yang ada di Cyberpunk 2077. Pemain bisa meretas kamera CCTV atau melumpuhkan musuh yang juga menggunakan cyberware. Kemampuan ini tentunya bergantung dengan kapasitas RAM.

    Kapasitas RAM tergantung dengan varian cyberware mod atau sebuah chip yang jadi otak kemampuan robotik di tubuh V. Kombinasi skill dan cyberware ini jelas sangat canggih tapi semuanya harus dibayar dengan uang.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Ada tingkatan kelas untuk setiap cyberware maupun senjata di Cyberpunk 2077 mulai dari Common hingga Legendary atau Iconic, khas elemen game RPG. Sayangnya, untuk tingkat yang lebih tinggi jauh lebih mudah dibeli lewat Ripperdoc atau penjualan dan pemasang cyberware.

    Gamer akan sulit bergantung pada looting di sepanjang misi atau arena permainan untuk menemukan cyberware atau senjata kualitas terbaik. Misi adalah satu-satunya sumber uang terbaik, sayangnya misi semakin mudah diselesaikan saat cyberware dan senjata Anda sangat bagus.

    Berbeda dari outfit atau aksesori pakaian yang juga memiliki sistem tingkatan kualitas yang sama tapi lebih mudah dijumpai di sepanjang permainan tanpa harus membeli. Pemain juga bisa melakukan crafting alias membuatnya sendiri.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Elemen RPG di Cyberpunk 2077 kompleks tapi mendalam dan pada akhirnya mudah dimengerti serta sangat menyenangkan. Di sini tetap ada celah yang bisa dijumpai yaitu sistem mekanik yang buruk dan membuat game kerap terasa tidak nyata.

    Contohnya mekanik yang buruk bisa dilihat dari opsi untuk turun dari mobil yang sedang melaju. Karakter Anda akan turun dan berhenti seperti normal padahal di game lain seperti Far Cry 5 justru karakter akan jatuh terhempas di jalan serta terluka.

    Saat menembakan senjata atau melempar bom ke air tidak ada efek air yang dihasilkan dari ledakan atau peluru yang melesat menembus permukaan air. Di YouTube banyak sekali video berisi komparasi sistem mekanik Cyberpunk 2077 dibandingkan game lain yang lebih baik.

    4. Bug yang Sangat Mengganggu
    Saat sebuah game dirilis biasanya bug yang muncul tidak banyak dan tidak begitu mengganggu gameplay sehingga hanya jadi lelucon. Bug di Cyberpunk 2077 jelas mengganggu meskipun sesekali menghibur.

    Bayangkan, informasi dari item yang baru lihat akan terus melekat di layar sehingga memakan sebagain sudut pandang permainan, termasuk kotak teks dialog yang membekas. Efek ini hanya hilang saat ada momen loading.

    Review Cyberpunk 2077, Banyak Masalah tapi Pantas Dimaafkan

    Bug lain yang mengganggu adalah beberapa kali item yang wajib diambil sebagai bagian dari misi tidak bisa dilakukan. Selanjutnya langkah yang diperintahkan oleh misi sama sekali tidak memicu langkah berikutnya sehingga game seperti stuck.

    Sisanya, bug seperti mobil yang terbang, perilaku NPC atau musuh yang aneh masih bisa dianggap sebagai hiburan bahkan mempermudah Anda menyelesaikan misi.

    Kesimpulan
    Pada akhirnya Medcom.id setuju bahwa Cyberpunk 2077 memiliki banyak masalah dan mencari masalah dengan menyajikan game yang tidak sesuai janji developer kalau bukan karena ekspektasi gamer yang "ketinggian". Kini kita hanya bisa menunggu perbaikan dari CDPR.

    Apakah Cyberpunk 2077 pantas dimainkan? Menurut Medcom.id masih sangat pantas karena punya potensi menjadi game kelas AAA yang memuaskan. Namun saat ini bagi gamer yang berencana membelinya mungkin lebih baik menunda terlebih dahulu sambil menunggu perbaikan.
     
    JUDUL:  Cyberpunk 2077
    PLATFORM: PS4, PC, Xbox One Series, PS5, Xbox Series X/S
    DEVELOPER: CD Projekt Red
    PUBLISHER: CD Projekt
    TANGGAL RILIS:  10 Desember 2020
    GENRE: Action RPG
     
     
    7.8
    Cyberpunk 2077
    Plus
    • Tema dan desain game menarik
    • Elemen RPG yang berbeda dan segar
    • Jalan cerita menarik
    Minus
    • mekanik gameplay buruk
    • banyak bug yang tergolong mengganggu
    • Opsi dialog kurang memiliki efek terhadap cerita


    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id