Layanan Chat di PlayStation Dimanfaatkan Bisnis Narkotika

    Cahyandaru Kuncorojati - 09 Desember 2019 10:55 WIB
    Layanan Chat di PlayStation Dimanfaatkan Bisnis Narkotika
    Ilustrasi. (Shutterstock)
    Jakarta: Di konsol PlayStation diketahui ada fitur in-game voice chat PlayStation network yang disediakan sebagai komunikasi dan wadah komunitas gamer di platform tersebut.

    Sayangnya, fitur ini digunakan tidak seharusnya. Dalam kasus terbaru terungkap bahwa ada gamer yang memanfaatkannya untuk jual beli narkotika. Kasus ini terungkap oleh FBI, bekerja sama dengan Sony.

    Dikutip dari Vice, tidak diketahui bagaimana FBI bisa mencium kasus tersebut di dalam layanan komunikasi yang seharusnya bersifat privat. Namun, sejak Oktober FBI sudah meminta izin Sony untuk memberikan data terkait pelaku transaksi narkotika jenis kokain.

    Tidak tanggung, FBI ingin informasi lebih dan bisa dibilang sangat menarik. Dilaporkan FBI juga ingin mengetahui game apa yang sedang dimainkan pelaku, dan sejauh mana progres permainan yang dicapai. Rumor yang beredar pelaku sedang bermain game Call of Duty atau Destiny.

    Sumber lain, menyebut bahwa pelaku bernama Curtis Alexander diduga melakukan transaksi kokain dalam jumlah besar. Pelaku menggunakan nama in-game sebagai "Dola" atau "Speedola20", berdasarkan dokumen investigasi yang tersebar.

    FBI menyatakan bahwa pelaku mungkin percaya jalur komunikasi via PlayStation Network lebih aman. FBI sendiri berhasil menjebak pelaku untuk berkomunikasi dan bertransaksi dengan mereka. Jadi FBI punya cukup bukti kuat untuk meminta data dan kerja sama investigasi dengan Sony.

    Sony sendiri belum memberikan komentar atas hal tersebut. Mereka dikabarkan tidak pernah memantau percakapan gamer di layanan tersebut, tapi menurut FBI perusahaan game ini masih mengantongi email dan percakapan penggunanya.

    Kasus seperti ini bukan pertama kali. Di tahun 2017, FBI juga mengajukan investigasi kepada Sony terkait gamer yang juga meamanfaatkan chat di PlayStation Network untuk aksi terorisme. Gamer bernama Isse Aweis Mohamud dicurigai melakukan komunikasi dengan ISIS.

    Kabar buruknya, investigasi ini dilakukan setelah sang gamer kabur dari tempat tinggalnya. Mohamud berhasil ditangkap karena mencoba melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah.

    Momen ini menjadi kali pertama badan intelijen mengajukan investigasi di industri game seperti Sony. Di tahun 2015 pada serangan teror di Paris, badan intelijen setempat juga meyakini bahwa pelaku teror melakukan komunikasi via PlayStation Network.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id