Puluhan Satwa Langka Disita dari 2 Taman Rekreasi di Medan

    Budi Warsito - 27 Februari 2016 12:37 WIB
    Puluhan Satwa Langka Disita dari 2 Taman Rekreasi di Medan
    Petugas Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Khusus Polda Sumut satroni Taman Rekreasi Mora Indah di Jalan Sisingamangaraja kilometer 11,5, Tanjung Morawa, Medan Amplas, ‎‎Jumat (26/2/2016). Foto: Metrotvnews.com/Budi Warsito.
    medcom.id, Medan: Dua lokasi taman rekreasi yang memiliki satwa langka disatroni ‎Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Khusus Polda Sumut, Jumat, 26 Februari. Kedua tempat tersebut yakni‎ Hairos Indah di Jalan Djamin Ginting kilomter 14,5, dan Mora Indah di Jalan Sisingamangaraja kilomter 11,5, Tanjung Morawa, Medan Amplas. ‎

    Kasubdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, AKBP Robin Simatupang, saat berada di taman rekreasi Mora Indah mengatakan ada sejumlah hewan satwa yang dilindungi tidak memiliki izin dari pihak taman rekreasi. 

    Pihaknya juga sudah memeriksa saksi-saksi untuk menetapkan tersangka. Apabila mereka (pihak pengelola‎) memelihara dengan sengaja tanpa izin tentu pihak manajemennya dijadikan tersangka. 

    "Kita periksa saksi-saksi dulu untuk menetapkan siapa tersangkanya. Untuk hewan (barang bukti) kita akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Dari keterangan saksi-saksi hewan dilindungi ini didatangkan dari pemasok atau pun dari pasar gelap. Karena memang untuk satwa dilindungi harus ada izinnya," kata Robin.

    Kata Robin lagi, satwa dilindungi ini didatangkan dari Sumatera dan ada juga didatangkan dari luar Sumatera. ‎Jika terbukti melanggar hukum tersangka akan dijerat Pasal 21 ayat 2 junto Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 tahun 1990 tentang ‎Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman kurungan di atas lima tahun.

    Antonius Ginting, salah seorang pengelola taman rekreasi Mora Indah, mengaku pemilik taman rekreasi sudah memelihara satwa dilindungi sejak tahun 2000. Mereka pernah meminta izin penangkaran ke BKSDA Jakarta, namun tidak diberikan izin. 

    "Sudah pernah kita minta izin dari BKSDA Jakarta. Namun, mereka tidak memberikan izin penangkaran. Kalau pun diberikan bukan di taman rekreasi, tapi di kebun binatang," kata Antonius.

    "Kita dapat hewan ini dari teman-teman. Kalau mereka sudah enggak sanggup merawatnya, ya dikasihkan ke kita. Kebanyakan hewan ini kami dapat dari kolega-koleganya bos (pemilik Mora Indah, red.). Tapi hewan ini belum sempat berkembang biak di sini," kata dia.

    Dari taman rekreasi Hairos Indah penyidik Tipiter mendata hewan yang dilindungi yakni satu ekor siamang, empat ekor wowo, tiga ekor burung kakak tua jambul kuning, tiga ekor burung gagak, empat ekor burung elang hitam, satu ekor burung kiwi, dua ekor burung nuri bayan, dua ekor ayam emas, tujuh ekor buaya muara, satu ekor lutung, satu ekor kingkong, lima ekor rusa macan, tiga ekor beruang madu. 

    Kemudian lima ekor landak, dua ekor kangguru, satu ekor elang putih, tiga ekor merak hijau, dua ekor ikan gladiator, dan tiga ekor rimau sagau. Sementara di taman rekreasi Mora Indah penyidik mendata satu ekor kasuari, dua ekor merak, dua ekor kakak tua jambul kuning dan satu ekor landak.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id