Ratusan Tabung Gas Diamankan, Otak Pengoplos Buron

    Budi Warsito - 05 Februari 2016 20:00 WIB
    Ratusan Tabung Gas Diamankan, Otak Pengoplos Buron
    Polisi mengamankan ratusan tabung gas. Foto: Metrotvnews.com/Budi Warsito
    medcom.id, Medan: Aktivitas pengoplosan gas elpiji bersubsidi kembali terbongkar. Unit Ekonomi Polresta Medan, di bawah pimpinan AKP Firdaus, berhasil mengamankannya dari sebuah rumah di Dusun Selang Paku, Desa Namorambe Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Penangkapan dilakukan, Kamis, 4 Januari, bermula dari laporan warga yang menyatakan adanya aktivitas mencurigakan di rumah itu. Setelah menelusuri, ternyata benar ada aktivitas pengoplosan gas elpiji. 

    "Kita menangkap tiga orang tersangka. Mereka memindahkan gas subsidi ke gas nonsubsidi untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak," kata Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono, dan Kanit Ekonomi Polresta Medan, AKP Firdaus, di Mapolresta Medan, Jumat (4/2/2016). 

    Ketiga tersangka yang diamankan yakni, Arnitha, 32, warga Tanjung Selamat; Edi Syahputra, 28, Tanjung Gusta; dan Syafriansyah, warga Sri Gunting. Arnitha merupakan agen penjualan gas sedangkan dua lainnya merupakan sopir dan kernet.

    Namun, Polresta Medan gagal mengamankan Andi yang merupakan otak pelaku dan pemilik rumah tempat pengoplosan. "Pemilik masih dalam pengejaran dan telah keluar surat daftar pencarian orang," kata dia.

    Para pelaku akan dikenakan Pasal 53 atau Pasal 55 Undang Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas. Mereka terancam kurungan enam tahun atas aktivitas pengoplosan yang berjalan dua setengah bulan dan beromzet Rp50 ribu per tabung.

    Dihadapan awak media, Arnitha, 32, mengaku tak mengetahui rekanannya tersebut merupakan pengoplos. Ia pun terlibat karena tergiur dengan jumlah gas yang dibeli oleh Andi (DPO). "Saya enggak tahu, katanya buat kedai nasi, saya enggak tahu kalau dioplos," kata Arnitha.

    Ia mengatakan, kepada Andi, ia menjual Rp 15 ribu sedangkan ke masyarakat ia menjual Rp 16 ribu. Karena Andi selalu membeli dalam jumlah yang banyak ia pun mau menurunkan harga.

    Dari tangan para tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti 770 tabung gas ukuran tiga kilogram, ‎120 tabung ukuran 12 kilogram, 15 tabung ukuran 50 kilogram, empat alat pengoplos tabung 50 kilogram, enam alat pengoplos tabung 15 kilogram dan tiga kilogram,‎ satu unit timbangan, dan satu unit mobil bak terbuka.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id