Demo Mahasuswa Ricuh, Kapolresta Pekanbaru Terluka

Anwar Sadat Guna - 20 Oktober 2017 18:35 wib
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Riau berunjuk rasa
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Riau berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Riau jalan Jl Sudirman Kota Pekanbaru, Jumat 20 Oktober 2017.

medcom.id, Pekanbaru: Unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Riau di depan Gedung DPRD Riau berujung bentrok. Tiga mahasiswa terluka, termasuk Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto.

Bentrok terjadi ketika sekira 1.000 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru dan daerah sekitarnya berusaha masuk ke gedung DPRD Riau, sekira pukul 15.30 WIB.

Mahasiswa berusaha masuk ke gedung DPRD Riau untuk menunaikan salat asar. Upaya tersebut dihalau ratusan aparat kepolisian yang berjaga. Aksi saling dorong tak terelakkan. Mahasiswa bahkan berupaya menerobos pagar yang dijaga personel anti huru-hara Sabhara Polresta Pekanbaru. 

Bentrok akhirnya tak dapat dihindari. Aksi lempar botol air mineral dari arah mahasiswa juga mewarnai aksi tersebut. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto yang berada di tengah-tengah personel Sabhara turut menjadi korban. 

Kepala Susanto terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. "Waduh, saya enggak tahu juga nih kena apa kepalanya," ujar Susanto singkat menjauh dari bentrokan.


Polisi tampak berjaga-jaga di pintu masuk Gedung DPRD Riau sesaat setelah bentrok antara mahasiswa dan polisi terjadi, Jumat, 20 Oktober 2017.

Selain Susanto, tiga mahasiswa juga terluka. "Tiga mahasiswa kami juga terluka. Satu di antaranya luka di bagian kepala dan langsung diberi tindakan medis," kata Alfian, koordinator lapangan (Korlap) aksi BEM se-Riau.

Pihaknya menyesalkan terjadinya bentrokan tersebut. Alfian mengatakan, pihaknya hanya berkeinginan masuk ke gedung DPRD Riau namun dihalau oleh petugas yang berjaga. 

"Aksi ini akan tetap berlanjut. Setelah salat Azhar kami akan kembali berunjuk rasa tetap pada tuntutan menyikapi 3 tahun pemerintahan Joko Windows dan JK," ujarnya.

Putra, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Pekanbaru menyatakan bahwa tungutang mereka adalah menagih janji puluhan program Nawacita Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Kami menilai ada sekira 68 program Nawacita Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-JK yang belum sepenuhnya terealisasi hingga saat ini. Kami meminta agar presiden dan wapres lebih peka pada kondisi kebangsaan dan rakyat hari ini," pangkatnya. 

Aksi demo yang dilakukan mahasiswa di depan gedung DPRD Riau membuat ruas jalan utama di Jalan Jenderal Sudirman menuju arah bandara macet total sepanjang sekira 5 kilometer lebih. Tampak puluhan polisi lalu lintas mengatur kendaraan yang dialihkan ke jalan lain. 


(ALB)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.