Tabrakkan Ambulans ke Pemotor, Pelaku Divonis 19 Tahun

    ant - 04 Juli 2019 12:18 WIB
    Tabrakkan Ambulans ke Pemotor, Pelaku Divonis 19 Tahun
    Ilustrasi/Medcom.id.
    Padang: Dua terdakwa kasus dugaan pembunuhan dengan modus menabrakkan mobil ambulans kepada dua korban hingga tewas di Jalan Sawahan Dalam, Padang Timur, Padang, Sumatra Barat dijatuhi hukuman 19 tahun penjara.

    "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, dan dijatuhi hukuman penjara selama 19 tahun," kata majelis hakim Pengadilan Padang yang diketuai Gustiarso, di Padang, Rabu, 4 Juli 2019.

    Baca: Tabrak Dua Orang Hingga Tewas, Sopir Ambulans Ditetapkan Tersangka

    Kedua terdakwa itu adalah Alex Kendedes dan Afriadi, yang divonis melanggar dakwaan kesatu primer dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu pasal 340 KUHP Juncto (Jo) pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Sedangkan satu tersangka lainnya yaitu Gusrizal dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun karena terbukti melanggar pasal yang sama yaitu 340 KUHP, namun dijunctokan ke pasal 56 ayat (1) KUHP.

    "Perbedaan keduanya adalah di bagian peran, dua terdakwa berlaku sebagai pelaku utama sedangkan Gusrizal turut membantu," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Padang Suci Lestari Asral.

    Terkait putusan itu jaksa menyatakan sikap pikir-pikir, apakah akan mengajukn banding atau menerima isi putusan pengadilan.

    Sikap yang sama juga dinyatakan pihak terdakwa yang sidang didampingi penasehat hukum Ardisal.

    "Kami pikir-pikir dalam waktu tujuh hari ke depan," katanya.

    Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim itu berbeda dengan tuntutan jaksa sebelumnya.

    Kedua terdakwa sebelumnya sama-sama dituntut jaksa dengan hukuman penjara selama lima belas tahun, sementara Gusrizal dituntut selama tujuh tahun.

    Kasus itu berawal dari perselisihan antara para tersangka dengan kedua korban yaitu Hidayat, 33, dan Royal, 19, di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

    Setelah itu para tersangka pergi keluar RSUP M Djamil Padang mengendarai ambulans.

    Hanya saja ketika sampai di Jalan Sawahan, terdengar benturan dari arah belakang mobil ambulans karena dipukul oleh korban yang berboncengan dengan sepeda motor.

    Setelah itu korban berusaha mendahului mobil ambulans untuk melarikan diri.

    Tersangka yang emosi melihat kaca mobilnya pecah, langsung mengejar dan menabrak korban menggunakan ambulans di Jalan Sawahan Dalam III dengan kecepatan kurang lebih 70 kilometer per jam.

    Terdakwa juga sempat memukul korban menggunakan kayu serta linggis, hingga nyawa korban tidak bisa diselamatkan. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id