Diajak Curhat, Pengemudi Becak Hipnotis Penumpang

    Farida Noris - 24 Februari 2016 18:44 WIB
    Diajak <i>Curhat</i>, Pengemudi Becak Hipnotis Penumpang
    Ilustrasi. Foto: Antara/Abienes



    medcom.id, Medan: Aksi kriminal dengan cara hipnotis kembali terjadi di Medan. Peristiwa itu dialami Evi Ningsih, seorang pengusaha konveksi. Pengemudi becak diduga menghipnotis Evi yang tak lain penumpangnya. Akibat peristiwa itu wanita 40 tahun tersebut kehilangan Rp5 juta.

    Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Ucox Rambe, mengaku masih menyelidiki kejadian itu. "Petugas yang mendengar keterangan korban langsung membawa korban ke lokasi kejadian untuk cek TKP. Kasus itu masih diselidiki," katanya, Rabu (24/2/2016).

     



    Kejadian berawal saat Evi pulang dari berbelanja kain untuk bahan baku usahanya di Pasar Ikan Lama, Medan, Selasa, 23  Februari. Pengusaha konveksi itu menumpang betor (becak bermotor) untuk pulang ke rumahnya.

    Dalam perjalanan, pengemudi becak itu lantas mengajak Evi bercerita. Pengemudi becak tersebut juga menceritakan kisah sedih yang menimpa keluarganya. "Dia mengajak saya cerita. Banyaklah yang diceritakannya. Dia bilang anak dan istrinya sedang sakit dan perlu biaya berobat. Saya pun diajak untuk bertemu keluarganya itu," jelas Evi.

    Entah kenapa, Evi menurut saja dengan yang diucapkan si pengemudi becak itu. Bahkan, Evi mau dibawa ke Jalan Pimpinan, Medan. Di lokasi itu, Evi dipertemukan dengan seorang perempuan yang menurut pengemudi becak itu sebagai istrinya.

    "Sesampainya di Jalan Pimpinan, saya disuruh turun menjumpai perempuan itu. Saya juga nggak sadar kenapa bisa menurut saja. Setelah turun dari becak, saya disuruh bayar Rp50 ribu," urainya.

    Tak hanya itu, Evi bahkan memberikan dompetnya berisi uang Rp5 juta kepada pengemudi becak itu. Bahkan, belanjaan Evi sebesar Rp3,5 juta pun ditinggalkan di becak. "Saya sama sekali tidak sadar. Dompet juga saya berikan kepada pengemudi becak itu. Belanjaan saya tinggalkan di becaknya," lanjut Evi.

    Evi menyadari bahwa dirinya menjadi korban penipuan setelah ditinggalkan si pengemudi becak. Setelah dicari-cari, Evi tak menemukan lagi si pengemudi becak itu. "Saat saya jumpai perempuan itu, rupanya dia pun tak kenal sama pengemudi becak tadi. Saya baru sadar setelah ditinggalkan tukang becak itu. Saya cari-cari nggak ada lagi dia," kata Evi.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id