Pemagaran Sekolah Bertolak Belakang dengan Visi Pendidikan

    Budi Warsito - 09 Mei 2016 10:40 WIB
    Pemagaran Sekolah Bertolak Belakang dengan Visi Pendidikan
    Ilustrasi siswa balon harapan seusai ujian (Foto: Ant/Feny Selly)
    medcom.id, Medan: Pagar beton membentang di Sekolah Yayasan Cinta Budaya di lahan sengketa di Kompleks MMTC, Medan, Sumatera Utara. Sejumlah pihak pun menyayangkan hal itu.

    ‎Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara Zahir menilai, aksi pemagaran itu bertolak belakang dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo. Sebab pemerintah sedang fokus memajukan sumber daya manusia melalui pendidikan.

    Hal itu tertuang dalam agenda 9 prioritas Presiden Jokowi atau Nawa Cita. Pada poin kelima yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar.

    ‎Zahir mengatakan, jika dikaji secara mendalam, sengketa lahan yang berimbas pada lembaga pendidikan itu cukup unik. Pemagaran dilakukan karena adanya dua pihak yang mengaku memiliki surat sertifikat camat atas lahan bekas hak guna usaha (HGU).

    "Sejak kapan sertifikat camat bisa keluar untuk lahan eks-HGU," kata Zahir kepada Metrotvnews.com, Minggu (8/5/2016).

    Politisi PDI Perjuangan ini memang tidak menyoroti dan persoalkan  sengketa lahan yang ada. Tetapi dirinya sangat menyayangkan pemagaran sekolah yang menghambat kegiatan belajar mengajar di Yayasan Cinta Budaya.

    Dirinya khawatir pemagaran tersebut menimbulkan dampak psikologis bagi siswa dan orang tua murid. Apalagi, sebagian siswa akan mengikuti Ujian Nasional (UN).

    Ia berharap, aksi pemagaran tersebut dihentikan. Kedua belah pihak yang bersengketa juga seharusnya  menyelesaikan masalah itu melalui jalur hukum.

    "Kalau ada masalah hukum, kan ada jalur penyelesaiannya. Bukan justru memagar lembaga pendidikan," kata dia.

    ‎"Kami sangat bermohon, jangan sampai masalah yang ada justru menghambat program Nawa Cita," imbuh dia.

    Sebagai komisi yang membidangi pendidikan, Komisi E DPRD Sumut juga berencana untuk melakukan peninjauan langsung ke Yayasan Cinta Budaya.

    Dari informasi yang dihimpun, pihak yayasan bersengketa dengan mantan Pangdam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal (Purnawirawan) Burhanuddin Siagian. Plang yang mencantumkan namanya terpasang di balik pagar beton sekolah.

    Selain Zahir, sejumlah pihak juga menyangkan hal itu. Mulai dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Anggota DPR RI asal Medan Sofyan Tan.



    (TTD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id