OK Arya Zulkarnain Akui Terima Rp5,1 Miliar dari Rekanan

    Farida Noris - 15 Januari 2018 17:46 WIB
    OK Arya Zulkarnain Akui Terima Rp5,1 Miliar dari Rekanan
    Bupati Non Aktif Batubara, OK Arya Zulkarnain
    Medan: Bupati Non Aktif Batubara, OK Arya Zulkarnain mengakui menerima uang dari rekanan proyek sebesar Rp5,1 miliar. Uang tersebut sebagai fee dari tiga proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Sumut, tahun 2017.

    Hal tersebut terungkap saat OK Arya dihadirkan saat memberikan kesaksian untuk dua terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar di Ruang Cakra 1 Pengadilan Tipikor Medan, Senin 15 Januari 2018.

    "Benar, saya ada terima uang terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Batubara yang berkaitan dengan dua terdakwa ini," kata OK Arya membenarkan pertanyaan majelis hakim.

    OK Arya merinci uang yang diterima dari terdakwa Maringan Situmorang rekanan dalam proyek jembatan ada beberapa kali dilakukan yakni pada Desember 2016, OK Arya menerima Rp3 miliar dalam dua tahap. 

    "Kemudian pada Agustus 2017, saya menerima Rp3,7 miliar. Tapi dari nilai tersebut baru Rp2,1 miliar yang saya diterima. Sedangkan sisanya Rp 1,6 miliar masih bersama Ayen," ungkap OK Arya.

    Baca: Kronologi OTT Bupati Batubara OK Arya

    OK Arya mengakui anggaran untuk proyek itu baru disahkan pada Juni 2017. Meski demikian, OK Arya telah menerima uang fee dari Maringan Situmorang pada 2016. Menurut OK Arya, uang itu diterimanya merupakan inisiatif atau partisipasi dari para rekanan.

    "Memang terdakwa Maringan yang sering mengerjakan proyek di Kabupaten Batubara, sejak 2016 lalu. Saya tidak ada mengarahkan, akan tetapi saya meminta mereka untuk mengerjakan proyek di Batubara karena kualitas kerjanya," ujar OK Arya.

    Hakim ketua Wahyu Prasetyo Wibowo kembali mencecar OK Arya. "Proyek ini kan melalui proses tender. Jadi saudara sudah menitipkan nama-nama tertentu agar menang proses tender?," tanya hakim.

    Akan tetapi OK Arya membantah. Menurutnya nama-nama rekanan bukan dititip. Tetapi dia yakin kalau para rekanan itu lulus seleksi tender. 

    "Kalau memang yakin mereka menang tender, kenapa tidak saudara arahkan untuk ikut proses lelang. Kenapa harus saudara buat catatan ini untuk si A si B. Berarti sebelum lelang dilakukan, sudah ada ditentukan yang menang?," tanya hakim. Namun OK Arya hanya diam.

    Kemudian, OK Arya juga mengakui ada menerima uang dari terdakwa Syaiful Azhar. Namun khusus dari Syaiful, uang fee yang diterima OK Arya setelah proyek itu berjalan.

    "Yang dari Syaiful ini sudah kerja dulu. Saya ada dikabari Kadis PU, uangnya sudah dititipkan. Memang dari para kontraktor pemberian terdakwa Maringan paling besar," ungkapnya.

    OK Arya menyebutkan fee yang diberikan para rekanan merupakan tanda terima kasih. Sedangkan kenapa uang diberikan kepada Sujendi Tarsono alias Ayen selaku pemilik 'Showroom Ada Jadi Mobil', lebih lanjut, OK mengatakan bahwa itu dilakukan untuk mempermudah saja, karena yang bersangkutan teman dan orang kepercayaan saja.

    "Uang saya titipkan kepada Ayen. sesuai dengan permintaan saya," ungkapnya.

    Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang tersangka dalam kasus suap pembangunan infrastrukfur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017. Kelima tersangka adalah OK Arya Zulkarnain (OK), Sujendi Tarsonoswasta (STR) dan Helman Herdady (HH) Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara sebagai penerima suap. Sementara pemberi suap yaitu Maringan Situmorang (MAS) kontraktor dan Syaiful Azhar (SAZ) kontraktor.

    Dalam operasi tangkap tangan tersebut, tim satgas KPK juga mengamankan sejumlah uang sebesar Rp 346 juta. Uang tersebut diduga sebagian dari fee proyek untuk OK terkait beberapa pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017.

    Terdapat tiga proyek, dua di antaranya pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan oleh PT GMJ dan proyek pembangunan Jembatan Seimagung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT T. Dari dua proyek itu disepakati fee sebanyak Rp 4,4 miliar. Satu proyek lainnya adalah betonisasi Jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar dengan kesepakatan fee sebesar Rp 400 juta.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id