OK Arya Didakwa Terima Suap Rp8 Miliar

    Farida Noris - 05 Februari 2018 17:16 WIB
    OK Arya Didakwa Terima Suap Rp8 Miliar
    Mantan Bupati Kabupaten Batubara, OK Arya Zulkarnain dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara, Helman Herdady diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin, 5 Februari 2018. Medcom.id/Farida
    Medan: Mantan Bupati Kabupaten Batubara OK Arya Zulkarnain dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara Helman Herdady diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin, 5 Februari 2018. Kedua terdakwa didakwa menerima gratifikasi atau uang pelicin dari rekanan dalam pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Batubara.

    "Terdakwa diduga menerima hadiah atau janji," ucap Penuntut Umum KPK, Ariawan Agustiartono di Pengadilan Tipikor Medan, Senin, 5 Februari 2018.

    Baca: Kronologi OTT Bupati Batubara OK Arya

    Ariawan menyebutkan perbuatan terdakwa berawal pada Maret 2016. OK Arya bertemu dengan Maringan Situmorang selaku kontraktor di showroom mobil milik Sujendi Tarsono alias Ayen (terdakwa berkas terpisah). Pertemuan membahas proyek di Kabupaten Batubara. 

    "Setelah pengesahan APBD 2016, Ayen menawarkan tiga proyek jembatan yakni rehabilitasi total jembatan Sei Tanjung, Gambus Laut I, dan Gambus Laut II," ujar Ariawan.

    Selain itu, atas permintaan OK Arya, Ayen juga menawarkan pekerjaan untuk tahun 2017, meski pada saat itu belum ada usulan untuk kegiatan proyek di tahun yang sama. Syaratnya, memberikan fee 10 persen dari nilai kontrak kepada Ok Arya melalui Ayen. 

    Baca: Suap Bupati Batubara OK Arya, Dua Rekanan Proyek Dinas PUPR Diadili

    Kemudian, Maringan Situmorang juga diminta mengakomodasi para kontraktor dalam penyerahan fee. Dia juga meminta proyek pembangunan jembatan Sei Magung Kecamatan Medang Deras dengan anggaran Rp12,3 miliar, dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menunu Desa Sentang dengan anggaran Rp32,6 miliar. 

    "OK Arya juga mengatur agar pemberian fee diterima melalui Ayen. Sementara Helman Herdady akan mengatur proyek-proyek tersebut agar pemenangnya seperti yang telah ditentukan oleh OK Arya. Dalam kurun waktu Maret 2016 hingga Agustus 2017, OK Arya terima Rp8,055 miliar," urai Ariawan. 

    Di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, penuntut umum menyebutkan uang Rp8.055 miliar yang diterima OK Arya melalui Ayen berasal dari Maringan Situmorang, Parlindungan Situmorang, Mangapul Butar-Butar, dan Sucipto alias Abun serta Syaiful Azhar. Uang tersebut sudah digunakan untuk kepentingan OK Arya sebesar Rp7,361 miliar. Sedangkan Rp373 juta masih disimpan Ayen. 

    Perbuatan terdakwa diancam sesuai dalam Pasal 12 Huruf a, Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHp jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    Mendengar dakwaan penuntut, OK Arya dan Helman Herdady melalui penasehat hukumnya menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan.  Setelah persidangan OK Arya dan Helman Herdady, majelis hakim juga menyidangkan terdakwa Ayen dalam perkara yang sama.

    OK Arya dan Helman Herdady kemudian duduk di bangku pengunjung. Di situ keluarga mereka sudah menunggu. OK Arya yang mengenakan kemeja putih semringah duduk di dekat sang istri. Saat akan dibawa ke Rutan Tanjung Gusta, Ok Arya melepaskan kemeja putihnya. Dia menggantinya dengan rompi tahanan KPK. 

    Helman Herdady juga langsung mengenakan rompi orange tersebut. Keduanya tampak akrab saat berjalan meninggalkan ruang sidang tanpa menegur Ayen. 

    Dalam kasus ini, Ok Arya, Helman Herdady, Ayen, serta dua rekanan Maringan dan Syaiful Azhar ditangkap dalam OTT KPK pada Kamis, 14 September 2017. Untuk Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar kasusnya tengah bergulir di persidangan.






    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id