Bea Cukai Kepri Tindak 65 Pelanggaran Ekspor dan Impor

    Anwar Sadat Guna - 29 Agustus 2018 17:41 WIB
    Bea Cukai Kepri Tindak 65 Pelanggaran Ekspor dan Impor
    ilustrasi Medcom.id
    Batam: Petugas Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri berhasil menindak 65 pelanggaran ekspor, impor, dan pelanggaran di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, Dan Karimun. Total potensi kerugian negara dari puluhan pelanggaran yang ditindak Bea Cukai Kepri mencapai Rp164.201.659.801. 

    Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri, Refly F Silalahi mengatakan bahwa 65 kasus pelanggaran ekspor, impor, termasuk di kawasan FTZ tersebut berhasil diungkap dalam kegiatan patroli laut petugas Kanwil DJBC Khusus Kepri. "Seluruh kasus itu diungkap pada semester I tahun 2018," ungkap Refly, Rabu, 29 Agustus 2018.  

    Refly mengatakan, pelanggaran ekspor yang berhasil diungkap Bea Cukai terjadi pada komiditi kayu senilai Rp12 juta, pasir timah senilai Rp473.167.750, dan rotan senilai 2.737.000.000. Pelanggaran terbesar yang berhasil diungkap bea cukai, kata Refly, yakni pada 21 Januari 2018. 

    "Bea Cukai menindak kapal bermuatan 280 ton rotan tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Pelanggaran ekspor tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp473.167.750," ujarnya. Adapun total potensi kerugian negara atas pelanggaran ekspor yang terjadi pada Semester I/2018 mencapai Rp3.222.157.750.

    Refly menambahkan, untuk pelanggaran impor, petugas bea cukai juga berhasil mengungkap sejumlah kasus. Di antaranya Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) , beras, bawang merah, ballpres atau pakaian bekas, narkoba, dan barang campuran. Pengungkapan terbesar terjadi pada narkotika jenis sabu-sabu. 

    "Dari semua penindakan terhadap pelanggaran impor selama semester I/2018, total kerugian negara mencapai Rp130.678.492.621. Sedangkan total kerugian negara pada pelanggaran cukai komoditi hasil tembakau dan MMEA menacapi total kerugian sebesar Rp1.515.169.340," tambah Refly. 

    Dia menambahkan, selanjutnya pelanggaran FTZ terjadi pada komoditi pakaian dan perlengkapai bayi, kopra, perlengkapan listrik, elektronik, furniture, dan barang campuran dengan total kerugian sebesar Rp28.383.730.090. 

    "Atas pelanggaran tersebut, total kerugian negara mencapai  Rp164.201.659.801. Penindakan yang telah dilakukan selama semester I/2018 menambah daftar panjang penindakan yang berhasil dilakukan Bea Cukai di perairan Indonesia, khususnya Kepri," pungkas Refly. 




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id