Pungli Kadis Perizinan Padang Lawas untuk Pribadi

    Farida Noris - 30 Mei 2018 15:44 WIB
    Pungli Kadis Perizinan Padang Lawas untuk Pribadi
    Konferensi pers penangkapan Kepala Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (PPPMSP) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Arseh Hasibuan (AH). Medcom.id/Farida Noris
    Medan: Polda Sumut resmi menahan Kepala Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (PPPMSP) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Arseh Hasibuan (AH). Dia menjadi tersangka kasus pungutan liar pengurusan izin usaha perkebunan budidaya.

    "Tersangka AH dijerat dengan Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman paling lama empat tahun penjara," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Toga Panjaitan, Rabu, 30 Mei 2018.

    Tersangka mengakui dana pengurusan izin itu untuk kepentingan pribadinya. Padahal, pengurusan izin usaha perkebunan budidaya bebas biaya.

    "Pengakuan tersangka, uangnya untuk yang bersangkutan. Tetapi masih kita minta keterangan pihak-pihak lain," paparnya.

    Baca: Kadis Perizinan Padang Lawas Terjaring OTT Pungli

    Dia menyebut modus pungli murni pemerasan untuk mengeluarkan izin. Dia sengaja membuat pelayanan izin bertele-tele dan memakan waktu lama.

    Toga mengaku kasus itu masih dalam pengembangan. Dia meminta korban pemerasan lain di Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu segera melaporkan ke Polda Sumut.

    "Kalau ada korban lain kita minta agar melapor. Kalau terjadi pemerasan kita siap ditindaklanjuti," paparnya.

    Arseh Hasibuan ditangkap di Hotel Al Marwah, yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantara No 99, Kelurahan Bangun Raya, Kecamatan Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, dalam operasi tangkap tangan Polda Sumut pada Senin, 28 Mei 2018.

    Polisi juga mengamankan tiga orang lainnya yakni Ely Irwan Harahap (pemohon izin) sebagai saksi, Nurjamila Pohan (Kabid Perizinan) sebagai saksi, Retno Setya Ningsih (Kasi Pelayanan Perizinan) sebagai saksi.

    Penangkapan dilakukan karena Arseh Hasibuan selaku Kadis PPPMSP meminta uang sejumlah Rp250 juta kepada Ely Irwan Harahap selaku kuasa dari PT Duta Varia Pertiwi terkait pengurusan IUP-B (Izin Usaha Perkebunan Budidaya).

    Ely Irwan Harahap sempat menawar atas biaya menjadi Rp150 juta. Namun, Arseh Hasibuan tidak mau biayanya kurang dari Rp250 juta. Arseh meminta pembayaran pertama sebesar Rp50 juta dan sisanya ditransfer melalui rekening yang akan dia tunjuk nantinya.

    Polisi menyita uang sebesar Rp50 juta dari dalam mobil dinas Arseh Hasibuan, mobil dinas BB 1064 K, serta dokumen pengajuan izin lokasi PT Duta Varia Pertiwi, tiga telepon seluler milik Arseh Hasibuan, dan dua telepon seluler milik Ely Harahap (korban).



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id