Petani Lampung Keluhkan Harga Komoditas Perkebunan Rendah

    Antara - 14 April 2019 18:22 WIB
    Petani Lampung Keluhkan Harga Komoditas Perkebunan Rendah
    Ilustrasi kopi. MI/Adam Dwi
    Lampung: Sejumlah pekebun di Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyebut harga komoditas perkebunan di daerah itu masih rendah. Produktivitas hasil perkebunan juga turun.

    Wagimin, pekebun di kawasan hutan lindung di  Desa (pekon) Duoh, Kecamatan Bandarnegeri Suong Kabupaten Tamggamus, Minggu , harga biji kopi kini hanya Rp18 ribu per kilogram, biji coklelat Rp25 ribuper kilogram dan lada putih Rp30 ribu per kilogram.

    "Belum tinggi mengingat tanaman kakao sekarang lagi jarang berbuah," katanya.

    Produksi perkebunan di kawasan hutan lindung di Kecamatan Bandarnegeri Suong Tanggamus masih rendah atau belum mencapai target. Satu hektare lahan kopi hanya menghasilkan biji kopi sebanyak dua kuintal pada 2018. "Kalau tahun ini kemungkinan bisa naik sedikit saja," katanya.

    Beberapa penyebab membuat produktivitas perkebunan turun, seperti sulitnya pupuk dan berkurangnya kesuburan tanah.

    Wagimin dan sejumlah pekebun lainnya adalah suatu kelompok penggarap dalam kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang mendapat izin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (IUPHk) nomor B.475/34/II/2014.

    Selain menanam tanaman yang dianjurkan pemerintah, mereka menanam tanaman perkebunan seperti durian, kopi, lada, kakao, jengkol, dan pisang.

    Pekebun lainnya, Parman, hasil perkebunannya dijual ke tengkulak setempat.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id