Industri Perbaikan Pesawat Dorong Ekonomi Batam

    Anwar Sadat Guna - 06 Februari 2019 22:56 WIB
    Industri Perbaikan Pesawat Dorong Ekonomi Batam
    Aktivitas di Bandara Hang Nadim Batam. Bandara ini menjadi lokasi berdirinya industri MRO yang dibangun Lion Group. Medcom.id/Anwar Sadat Guna
    Batam: Industri maintenance, repair, overhaul (MRO) atau perawatan pesawat menjadi salah satu industri unggulan di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Selain memberi kontribusi bagi ekonomi Kepri, industri ini dinilai strategis karena letak Batam yang berhadapan dengan Singapura dan Malaysia.  

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, kehadiran industri MRO memberikan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi.  Gusti mengatakan, beberapa maskapai menyatakan ketertarikannya membangun industri MRO di Batam.

    Lion Group membangun dua hanggar di Hang Nadim. Rencananya akan ada satu hanggar baru yang akan dibangun.

    Selain Lion Group, Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya GMF juga menyatakan ketertarikannya membangun hanggar. Namun belum diketahui pasti kapan GMF mulai merealisasikan rencananya membangun MRO dan pusat bisnis logistik di Hang Nadim.

    "Industri ini mampu menyerap tenaga kerja yang ahli di bidangnya. Selain SDM yang mumpuni di bidangnya, secara ekonomi kehadiran MRO dan ratusan tenaga kerja ikut memberikan kontribusi bagi Batam," ujarnya.

    Sekadar diketahui Lion Group membangun Batam Aero Technic (BAT), sebuah fasilitas MRO dengan total area 28 hektare di Batam, Kepulauan Riau. Selain untuk pemeliharaan dan perawatan pesawat, BAT juga memiliki fasilitas pengetesan pesawat.

    GMF juga  berencana membangun MRO dan pusat bisnis logistik di area Hang Nadim. Keberadaan gudang logistik akan mendukung kebutuhan persediaan suku cadang untuk operasional hangar di lahan tersebut dan juga untuk line maintenance di area Sumatera dan sekitarnya.

    Hangar ini akan berdiri dengan luas bangunan sekitar 25 ribu meter persegi. Kelak akan digunakan untuk mengakomodasi pasar perawatan pesawat internasional. Perekonomian Kepri pada triwulan II/2018 berada hanya tumbuh sekitar 2,5 persen. Memasuki triwulan III/2018, ekonomi Kepri tumbuh dan mencapai 4,5 persen.

     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id