Hotel-hotel di Yogyakarta Mengalami Kemerosotan Okupansi

    A. Firdaus - 25 Maret 2020 12:00 WIB
    Hotel-hotel di Yogyakarta Mengalami Kemerosotan Okupansi
    Ilustrasi-Antara/Andreas Fitri Atmoko
    Yogyakarta: Hotel-hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kemerosotan dalam keterisian kamar, atau okupansi. Penurunan terjadi baik itu di hotel berbintang lima, maupun hotel nonbintang.

    Tak lain, penyebabnya adalah mewabahnya virus korona atau covid-19. Bahkan menurut Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Eryana, jumlah wisatawan yang datang juga mengalami penurunan yang signifikan.

    "Akhirnya berimbas langsung pada okupansi hotel yang ikut merosot tajam. Rata-rata okupansi hotel pada saat ini hanya berkisar 10 hingga 20 persen, dan hotel non bintang mengalami pukulan yang lebih tajam dengan tingkat okupansi sekitar 10 persen," terang Deddy seperti dilansir Antara.

    Paling parah, di beberapa hotel nonbintang tak ada satu pun tamu yang datang. Sehingga para pelaku usaha seakan mengalami situasi sulit.

    "Kami hanya bisa berharap agar wabah yang diakibatkan virus korona ini bisa segera diatasi dan berlalu," harap Deddy.

    Merumahkan karyawan

    Akibat penurunan okupansi yang sangat signifikan ini, sejumlah pelaku usaha hotel bahkan merumahkan pegawai untuk memangkas biaya operasional.

    "Pegawai tidak di-PHK. Mereka kami rumahkan untuk sementara waktu sampai kondisi membaik kembali. Sudah ada kesepakatan dengan para karyawan dan mereka pun memahami kondisi ini," terangnya.

    Meski terjadi penurunan jumlah tamu, Deddy mengatakan, pelaku usaha hotel dan restoran diimbau untuk tetap menjaga kebersihan tempat usaha mereka. Tentunya dengan menyemprotkan disinfektan.

    "Agar kondisi kembali normal, maka pelaku usaha hotel dan restoran pun dipastikan sudah siap menyambut tamu yang datang," saran Deddy.

    Sedangkan bagi tamu yang masih datang, pelaku usaha hotel harus menerapkan kebijakan khusus. Terutama untuk tamu mancanegara dan tamu yang datang dari wilayah endemik covid-19 di Indonesia. Yaitu membawa surat keterangan sehat yang diterbitkan puskesma atau rumah sakit terdekat.

    "Sesuai imbauan pemerintah daerah, maka turis asing yang datang dan akan menginap di hotel, diminta membawa surat keterangan sehat. Kami sudah berkoordinasi dengan puskesma dan rumah sakit terdekat. Ini untuk menjaga keamanan semua," terangnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id