Mengenal Bandung dan Pariwisatanya

    Sunnaholomi Halakrispen - 01 Juni 2020 10:00 WIB
    Mengenal Bandung dan Pariwisatanya
    Salah satu keindahan Bandung yang bisa Anda dan keluarga nikmati. (Foto: Dok. Indonesia Travel)
    Jakarta: Kota dataran tinggi Bandung hanya berjarak 2,5 jam berkendara singkat ke tenggara Jakarta melalui jalan tol. Kota ini merupakan tujuan pilihan yang luar biasa bagi penduduk Jakarta untuk pergi selama akhir pekan dan liburan panjang.

    Dikutip dari laman resmi Indonesia Travel, tempat ini juga dinilai sebagai resor liburan favorit bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Para wisatawan datang ke sini berbondong-bondong untuk berbelanja dan menikmati alam dan makanannya yang luar biasa.

    Dengan popularitasnya, banyak hotel yang tumbuh menawarkan fasilitas bisnis ke layanan mewah atau kamar hemat, dan banyak restoran yang menyajikan hidangan lokal yang lezat hingga gaya lama masakan Belanda.

    Sementara itu, kota Lembang yang sejuk dan daerah-daerah indah lainnya kini juga menawarkan berbagai macam atraksi. Juga hiburan bagi seluruh keluarga yang datang, surga bagi para pembuat film.

    Mengenal Bandung dan Pariwisatanya
    (Gedung Sate, salah satu peninggalan gedung art deco Belanda yang masih kokoh berdiri di Bandung. Foto: Dok. Indonesia Travel)

    Tempat dua benua bertemu

    Di seluruh dunia, Bandung lebih dikenal untuk Konferensi Bandung yang bersejarah. Atau juga dikenal sebagai Konferensi Asia-Afrika pertama pada tahun 1955, yang menyatukan 29 negara baru yang merdeka dari dua benua yang mewakili lebih dari setengah populasi dunia. 

    Delegasi dipimpin oleh para pemimpin legendaris yang meliputi Jawaharlal Nehru dan putrinya Indira Gandhi, Raja Norodom Sihanouk dari Kamboja, Gamal Abdel Nasser dari Mesir, Perdana Menteri Zhou En Lai dari Cina, dan tentu saja Presiden Indonesia sendiri yang saat itu adalah Soekarno, serta masih banyak lagi yang hadir.

    Tetapi, pada masa kolonial Belanda, pada awal abad ke-20, Bandung merupakan resor favorit pemilik perkebunan teh dan kopi yang petak-petak bergelombang. Bandung kemudian juga dijuluki "Parijs van Java" yang elegan. 

    Untuk alasan ini juga, di Bandung Tengah Anda masih dapat mengagumi bangunan Art Deco peninggalan kolonial Belanda, yang meliputi Gedung Sate, gedung kantor Gubernur, Bidakara Homann Hotel, dan Gedung Merdeka, tempat untuk Konferensi Asia-Afrika dengan Museum.

    Mengingatkan juga pada masa-masa itu, beberapa restoran masih menyajikan steak Sapi Belanda asli dan bitterballen Belanda, bagi pencinta makanan untuk langsung menuju Bandung.

    Mengenal Bandung dan Pariwisatanya
    (Tebing Keraton atau The Royal (Palace) Cliff. Foto: Dok. Instagram Erwin Y/@erwiny7)

    Tempat cinta dan budaya 'bertabrakan'

    Memang, "Pasundan (tanah Sunda di provinsi Jawa Barat) diciptakan ketika Tuhan tersenyum", kata MAW Brouwer, psikolog Belanda terkenal, dan penulis yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Bandung.

    Sementara itu, Pidi Baiq, ikon multitalenta seniman dan budaya pop di Bandung mengatakan, "Bandung bukan hanya tempat yang ada di peta. Lebih dari itu, ia membangkitkan emosi abadi yang tetap diam di dalam diriku."

    Dua kutipan itu diukir tepat di Alun-alun Besar Bandung di jantung kota dan menggambarkan pesona yang tak tertahankan yang mengeja: Bandung.

    Bandung juga merupakan kota universitas, yang paling dikenal dengan adanya Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat Presiden pertama Soekarno lulus, dan yang terus-menerus menghasilkan insinyur dan ilmuwan terbaik di negara itu hingga saat ini. 

    Bandung sekarang juga dikembangkan untuk menjadi Kota Kreatif, di mana milenium dan mahasiswa didorong untuk mengekspresikan kreativitas mereka yang luar biasa dalam seni, musik, dan kreasi digital yang inovatif.

    Sementara itu, untuk tren fesyen terbaru yang terjangkau, kota ini tidak ada duanya. Ada banyak factory outlet di distro yang menyusuri jalan utama Dago yang kini disebut dengan Jalan Ir. H. Juanda. 

    Di sepanjang Jalan Riau yang secara resmi dikenal sebagai Jalan RE Martadinata, atau dalam perjalanan ke Lembang di Jalan Setiabudi, tempat mobil secara teratur macet di jalan dan menjadi tempat parkir. 

    Tetapi jika Anda mencari tekstil yang terjangkau, maka Anda harus pergi ke Pusat Perdagangan Pasar Baru dan Anda dapat melatih keterampilan tawar-menawar Anda. Anda bisa mendapatkan diskon khusus untuk membeli pakaian dan bahan dalam jumlah besar.

    Sedangkan, bagi mereka yang mencari tempat selfie yang unik, Anda berada di kota yang tepat. Mereka yang mencintai alam terbaik harus berjalan di atas bukit dramatis Tebing Keraton atau The Royal (Palace) Cliff, puncak Bukit Moko, Eurad Highland Lembang, atau Stone Garden Citatah.

    Untuk atraksi khusus dengan fitur-fitur khusus, kunjungi Farm House di Lembang di mana Anda menemukan desa hobbit dan kota-kota Inggris Victoria. 

    Di De Ranch, selfie Lembang tepat berada di lingkungan bergaya koboi. Kunjungi Rabbit Town yang mendedikasikan dirinya sebagai objek wisata selfie yang menawarkan berbagai tempat selfie untuk dikirim ke teman-teman di Instagram dan YouTube.

    Mengenal Bandung dan Pariwisatanya
    (Siapa yang tak tergoda Bitterballen yang renyah dan gurih ini. Foto: Dok. Holland.com)

    Daya tarik lain adalah Bandung's Amazing Art Worldwhere Anda dapat mengambil ratusan foto unik dengan efek 3D atau sampai ke Dunia Terbalik. Anda akan merasa mana dunia secara terbalik, bisa dimanfaatkan untuk mengambil gambar, yang pasti akan memukau teman dan keluarga Anda. Pengalaman Anda di sini pasti akan bertahan lama.

    Di sisi lain, jika Anda ingin dekat dengan penduduk setempat, musik, tarian, dan budayanya, maka Saung Angklung Udjo atau Rumah Angklung Udjo adalah salah satu yang tidak boleh Anda lewatkan. 

    Terkenal karena Angklung-nya, alat musik bambu tradisional setempat, di sini Anda dapat menonton orkestra anak-anak yang menyajikan musik yang menyenangkan mengguncang angklung dan menampilkan tarian dan musik Sunda. Di sini, Anda juga dapat belajar memainkan angklung sendiri dan menjadi bagian dari orkestra.

    Cara untuk ke Bandung

    Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung terhubung ke banyak daerah dan sejumlah negara tetangga. Pada penerbangan domestik, Bandung dilayani oleh penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandar Lampung, Bali, Surakarta, Pekanbaru, Banjarmasin, Kualanamu (Sumatera Utara), Palembang, Pontianak, Yogyakarta, Balikpapan, Batam, Makassar, dan Pangkal Pinang. 

    Dengan dioperasikannya Bandara Internasional Kariajati modern di Majalengka pada 2019, akses ke Bandung dan sekitarnya yang indah akan menjadi jauh lebih cepat dan lebih nyaman.

    Dari Ibu Kota Jakarta, Bandung juga dapat diakses melalui jalan tol yang memungkinkan Anda untuk mencapai kota hanya dalam 2,5 jam perjalanan saja, kecuali jika terjadi kemacetan lalu lintas. 

    Selain menyewa mobil, ada sejumlah layanan minibus shuttle di berbagai titik di Jakarta dan di Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang yang akan membawa Anda langsung ke Bandung dalam kenyamanan ber-AC.

    Untuk akomodasi Anda di Bandung, Anda bisa memilih fasilitas yang disediakan oleh beragam perusahaan. Mulai dari yang murah hingga hotel mewah. Jadi, setelah pandemi sudah tidak ada, jangan lupa bertandang ke Bandung ya.


    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id