Melihat Omahe Mbah Maridjan

    Arthurio Oktavianus Arthadiputra - 29 Maret 2020 15:11 WIB
    Melihat Omahe Mbah Maridjan
    Lukisan Gunung Merapi dan foto Mbah Maridjan yang berada di petilasan yang berada dalam pendopo. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
    Yogyakarta: Rumah Mbah Maridjan terletak di Dukuh Kinahrejo, Dusun Palemsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Sisa puing rumah Mbah Maridjan kala erupsi Gunung Merapi 2010, kini menjadi museum berisi foto dan benda sisa erupsi, yang diapit musala dan petilasan.

    Nama Mbah Maridjan sebagai juru kunci Merapi sangat dikenal masyarakat sejak kejadian Gunung Merapi akan meletus di tahun 2006. Bernama asli Raden Ngabehi Surakso Hargo, amanah juru kunci diperoleh dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX, di tahun 1982. Sebelumnya, ia menjabat wakil juru kunci sejak 1970.

    Mbah Maridjan meninggal pada 26 Oktober 2010, akibat semburan awan panas Gunung Merapi yang meluncur hingga ke Dukuh Kinahrejo di mana rumahnya berada. Ketika itu, beliau enggan meninggalkan Dukuh Kinahrejo, padahal diminta langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X.

    Melihat Omahe Mbah Maridjan
    (Pengunjung melihat foto kejadian erupsi Gunung Merapi 2010, kerangka motor dan gamelan Mbah Maridjan. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

    Keyakinan Mbah Maridjan akan kebaikan semesta, membuat dirinya kukuh untuk menghadapi amukan Gunung Merapi dengan kepasrahan seorang pengemban tugas juru kunci. 

    Amukan Merapi mereda, Yogyakarta tetap berhati nyaman. 26 Oktober 2010 Gunung Merapi kembali bergolak. Mbah Maridjan tetap tak berniat meninggalkan sang Merapi yang mengamuk.

    Ia menyarankan penduduk untuk meninggalkan dukuh menuju lokasi aman, dan sang juru kunci ‘berbincang’ dengan Merapi dalam doa. 
    Pukul 18.50 WIB, kemarahan Merapi memuncak. Semburan awan panas atau yang dikenal dengan Wedhus Gembel dari Gunung Merapi, meluncur hingga Dukuh Kinahrejo dan sekitarnya.

    Dalam rumahnya, Mbah Maridjan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersujud, akhir dari komunikasi si juru kunci dan Gunung Merapi, dalam doa sunyi. 



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id