Gandawerdaya, Lakon Wayang Orang di Keraton Yogyakarta

    Arthurio Oktavianus Arthadiputra - 01 Desember 2019 15:00 WIB
    Gandawerdaya, Lakon Wayang Orang di Keraton Yogyakarta
    TAMPIL- Para seniman wayang orang dengan kisah Gandawerdaya, tampil di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton Kasultanan Yogyakarta (Foto: Arthurio/Medcom.id)
    Yogyakarta: Pameran Sekaten yang diselenggarakan di Keraton Yogyakarta diisi dengan serangkaian acara dan pertunjukan. Satu pertunjukan yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang menonton adalah wayang orang dengan lakon Gandawerdaya.

    Wayang orang (wayang wong) adalah wayang yang dimainkan oleh para seniman yang memerankan tokoh dalam cerita wayang tersebut. Pertunjukan wayang orang dilengkapi pula dengan iringan gamelan dan penyanyi lagu.

    Pementasan wayang orang Gandawerdaya ini berlangsung pada 4-6 November 2019, di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton Kasultanan Yogyakarta.

    Karya Sri Sultan Hamengku Buwono I

    Kisah wayang orang yang ditampilkan para seniman bercerita tentang Raden Gandawerdaya dan Raden Gandakusuma yang merupakan putra Raden Arjuna yang terlahir dari ibu berbeda, yakni Dewi Jimambang dan Dewi Gandawati.

    Kedua ksatria tersebut awalnya tidak mengetahui siapa sang ayah. Mereka melakukan pengembaraan didorong atas kerinduan seorang anak untuk bertemu dengan ayahnya.

    Dalam perjalanan pencarian, Raden Gandawerdaya bertemu dan bergabung dengan pihak Kurawa. Sedangkan Raden Gandakusuma berada di pihak Pandawa.

    Dua pihak yang awalnya berhubungan baik satu sama lain, mengalami pertentangan akibat tipu muslihat Patih Sengkuni. Akhirnya, dua ksatria yang berada di dua pihak berbeda itu pun berperang. Beruntung, pertikaian itu dilerai oleh Ki Lurah Semar yang dengan bijak mengungkap hubungan dua ksatria itu, dan mereka pun mengetahui bahwa mereka bersaudara.

    Cerita Gandawerdaya dalam wayang orang ini memiliki makna simbolik di balik berdirinya Keraton Yogyakarta dan merupakan satu lakon tertua karya Sri Sultan Hamengku Buwono I.

    Pertunjukan wayang orang Gandawerdaya disaksikan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas, beserta putri, menantu dan cucunya, beberapa waktu lalu. Keluarga Sri Sultan Hamengku Buwono X tampak berbaur dengan masyarakat yang datang menyaksikan pertunjukkan tersebut.

    Pertunjukan menarik

    Masyarakat yang menyaksikan pertunjukan wayang orang Gandawerdaya harus membeli tiket masuk yang dibanderol harga Rp5 ribu. Tiket tersebut terhitung murah, karena dapat pula untuk melihat pameran tentang catatan sejarah dan karya Sultan pertama Keraton Yogyakarta.

    Satu karya yang dipamerkan adalah tokoh wayang kulit Arjuna bernama Kanjeng Kyai Jayaningrum, yang ditatah sendiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

    Berbagai koleksi keris juga bisa dilihat pengunjung pameran yang bertema “Sri Sultan Hamengku Buwono I : Menghadang Gelombang, Menantang Zaman”.
     
    Pengunjung asal Bandung, Santi, mengatakan pameran dan pertunjukan wayang orang sangat menarik untuk dinikmati.

    “Apalagi ini hasil karya Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang. Pameran ini memberikan banyak informasi mengenai sosok Sultan pertama Yogyakarta dan karya- karyanya yang sangat luar biasa,” katanya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id