Mencicip Kesegaran Dawet Fenomenal di Purworejo

    Bagus Aryo Wicaksono - 22 Februari 2020 09:00 WIB
    Mencicip Kesegaran Dawet Fenomenal di Purworejo
    Es Dawet Jembut Kecabut (Foto: Bagus Aryo Wicaksono/Medcom.id)
    Purworejo: Menyambangi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah rasanya kurang lengkap tanpa mencicipi Es Dawet Hitam. Dawet hitam sendiri bisa dikatakan menjadi minuman yang banyak dijumpai jika Anda ke Purworejo.

    Dari semua penjual dawet hitam, ada satu yang paling fenonemal dan tentunya menarik. Namanya Es Dawet Hitam Jembut Kecabut.

    Namanya mungkin terdengar agak menganggu dan jorok, akan tetapi nama Jembut Kecabut merupakan singkatan dari Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh. 

    Pemilihan nama tersebut lantaran lokasi lapaknya yang berada di sebelah Timur Jembatan. Dawet ini juga lebih dikenal dengan Dawet Hitam Pak Wagiman, karena penjualnya yang bernama Wagiman.

    Racikan turun-menurun

    Dawet ini bukan hanya menarik dari sisi nama, tetapi juga legendaris lantaran usaha turun menurun yang sudah ada sejak 1950. Tepatnya ketika kakek Wagiman, Ahmad Dansri yang pertama kali menjajakan minuman yang mirip dengan es cendol ini.

    "Dulu memang Mbah Ahmad yang jualan, tapi belum di sini lokasinya (Barat Jembatan Butuh). Jualannya masih keliling dipanggul, yang beli juga biasanya orang-orang di sawah," kata Wagiman.

    Kini Wagiman memilih lokasi jualan yang juga jalan perbatasan antara Purworejo dan Kabumen. Lokasi yang sangat strategis, karena sejak mangkal di sini, ia kebanjiran pelanggan. Bahkan, pelanggannya bukan hanya dari Purworejo saja, ada juga para pelancong yang kebetulan melewati ia berjualan.

    "Banyak dari luar kota yang mampir untuk sengaja mencicip dawet saya," katanya.

    Cita rasa dawet

    Soal bahan baku, dawet racikan wagiman ini juga tak kalah keasliannya. Ia mengatakan bahwa dawet buatannya seratus persen menggunakan bahan alami dan tanpa pewarna.

    "Bahannya alami semua, cendol bikinnya dari tepung pati. Sedangkan warna hitamnya juga dari abu jerami yang dibakar dan sudah disaring," jelasnya.

    Soal rasa, dawet ini begitu manis di mana cendolnya begitu kenyal. Tambahan tape dalam penyajiannya menambah selera bagi siapa saja yang mencobanya. Seportsi dawet ini dijual dengan harga Rp5 ribu saja.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id