Teknik Olah Daging Kambing ala Rumah Makan Sate Tegal Abu Salim

    Sunnaholomi Halakrispen - 11 Agustus 2019 05:00 WIB
    Teknik Olah Daging Kambing ala Rumah Makan Sate Tegal Abu Salim
    Ada teknik khusus agar daging tak prengus. Intip cara Ahmad Al Kaff, owner dari Rumah Makan Sate Tegal Abu Salim, Condet, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Medcom.id/Edgar)
    Memang tidak mudah menghilangkan bau prengus pada daging kambing. Ada teknik khusus. Hal pertama yang perlu diperhatikan, kebersihan tangan Anda sebagai pemotong kambing. Posisikan tangan kiri untuk memegang kulit kambing. Sedangkan, tangan kanan untuk mendorong dagingnya supaya kulitnya lepas. Dagingnya juga harus kering, kalau ada darah (di sekitar daging kambing), cukup dilap saja.


    Jakarta: Perayaan Iduladha pada sebagian masyarakat Indonesia di tahun 2019 jatuh pada tanggal 11 Agustus. Makanan yang paling identik ialah daging kambing dengan berbagai olahannya.

    Tapi, kerap kali daging kambing masih memiliki bau prengus. Meskipun telah diolah menjadi masakan dengan beragam rempah-rempah pilihan.

    Para pecinta daging kambing tentu tak masalah dan dapat menikmati daging kambing dengan lahap. Namun, berbeda dengan sebagian orang lainnya.

    Bau prengus itu bahkan bisa membuat orang mual sebelum mencoba kelezatan olahan masakan daging kambing. Berpengaruh juga pasa rasa begah di perut seperti enggan menyantapnya.

    Memang tidak mudah menghilangkan bau prengus pada daging kambing. Ada teknik khusus. Hal pertama yang perlu diperhatikan, kebersihan tangan Anda sebagai pemotong kambing.

    Teknik Olah Daging Kambing ala Rumah Makan Sate Tegal Abu Salim
    (Hal pertama yang perlu diperhatikan, kebersihan tangan Anda sebagai pemotong kambing. Setelah itu teknik memotong daging yang dilakukan dengan teliti. Foto: Dok. Medcom.id/Edgar)

    "Tangan harus bersih. Dicuci sampai bersih, lalu dilap sampai kering (jangan ada sisa air apalagi sisa sabun di area tangan Anda), ujar Ahmad Al Kaff, Owner Rumah Makan Sate Tegal Abu Salim, Condet, Jakarta Timur, kepada Medcom.id di Jakarta.

    Kemudian, teknik memotong daging yang dilakukan dengan teliti. Kondisi pisau harus tajam. Asah pisau terlebih dahulu untuk memastikab pisau yang digunakan tidak tumpul.

    "Pisau harus tajam kalau enggak, kasihan kambingnya. Waktu potong sebaiknya cepat, sekali potong harus habis urat-uratnya," tuturnya.

    Posisikan tangan kiri untuk memegang kulit kambing. Sedangkan, tangan kanan untuk mendorong dagingnya supaya kulitnya lepas dengan tepat sasaran. Kondisi daging yang telah dipotong juga tak boleh terlewatkan.

    "Dagingnya juga waktu motong jangan kena air. Harus kering. Kalau ada darah (di sekitar daging kambing), dilap saja pakai kain kering," paparnya.

    Sebab, kata Ahmad, apabila daging kambing yang sedang dipotong terkena air, maka dagingnya tidak bisa bertahan dan menjadi bau prengus. 

    Apabila sudah tidak ada darah pada daging kambing, maka daging tidak perlu dilap lagi. Daging kambing yang telah dipotong boleh dicuci atau bisa juga langsung olah daging kambing tanpa dicuci. 

    "Daging kambing kalau ada part yang bau bisa pakai jeruk nipis atau timun. Sebelum dimasak diolesin timun atau jerus nipis sebentar saja atau dicuci enggak apa-apa," pungkas Ahmad.






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id