Pariwisata Bali Siap Jalani Tatanan Kenormalan Baru

    Sunnaholomi Halakrispen - 05 Juni 2020 14:18 WIB
    Pariwisata Bali Siap Jalani Tatanan Kenormalan Baru
    Bali juga menjadi pilot project Pariwisata Indonesia menyambut era New Normal (Foto: Pexels)
    Jakarta: Industri pariwisata di Bali menyatakan diri siap untuk menjalani tatanan kenormalan baru pariwisata. Dalam praktiknya nanti akan lebih mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan.

    Terdapat 400 tour operator dan travel agent yang tergabung dalam ASITA Bali sudah menyatakan siap untuk menyambut kenormalan baru pariwisata. Hal itu dinyatakan oleh Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali, Febrina Budiman dalam kegiatan International Webinar Tourism in Indonesia.

    "Kami sangat optimistis bahwa kami bisa 'berteman' dengan covid-19 atau dengan kata lain kita harus bisa berteman meski kita tidak bisa berteman selamanya," ujar Febrina Budiman melalui siaran pers Kemenparekraf RI.

    Optimisme pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali itu bukan tanpa alasan. Dimulai dari situasi yang sangat berat akibat covid-19 ketika pemerintah menutup akses pintu masuk internasional, khususnya dari Tiongkok pada Februari 2020.

    Memasuki Maret 2020, pemerintah kemudian memutuskan untuk menutup semua penerbangan internasional, yang berarti wisatawan dari berbagai market potensial juga terhenti. Namun, keberhasilan pemerintah daerah bersama komunitas lokal dalam mengendalikan covid-19 membuat industri optimistis menatap fase baru pariwisata Bali.

    Pariwisata Bali Siap Jalani Tatanan Kenormalan Baru
    Foto: Istimewa (Biro Komunikasi Kemenparekraf RI)

    Jumlah kasus positif di Bali mencapai 510 orang dengan 364 orang sembuh dan 5 orang meninggal, per Kamis, 4 Juni 2020. Kemudian diyakini bahwa semakin cepat penanganan covid-19, semakin cepat pula ekonomi akan bangkit.

    "Kami sangat bersyukur dengan kondisi ini dan berterima kasih dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal," tuturnya.

    Ia memaparkan bahwa ASITA Bali sendiri sudah merancang protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Kemudian, memastikan nantinya akan diterapkan dengan ketat bersama-sama ke seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

    Mulai dari pra-kedatangan wisatawan, saat tiba di bandara dan menuju hotel, saat melakukan aktivitas tur, dan kembali ke bandara untuk penerbangan ke negara asal wisatawan. Dengan kata lain, industri sepenuhnya siap memberikan rasa nyaman dan aman serta pengalaman baru bagi wisatawan dalam tatanan kenormalan baru pariwisata.

    "Namun untuk saat ini dibukanya destinasi tetap bergantung dari keputusan pemerintah," pungkas Febrina.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id