Perayaan Imlek 2568

    Pantang Makan Daging saat Bersih-Bersih Rupang

    Liliek Dharmawan, Tosiani - 26 Januari 2017 19:42 WIB
    Pantang Makan Daging saat Bersih-Bersih Rupang
    Sejumlah warga keturunan Tionghoa menerbangkan lampion "harapan" di halaman Kelenteng Cahaya Sakti Kong Ling Bio Temanggung, Jateng, Kamis (26/2) malam.(Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin)



    medcom.id, Semarang: Suasana Kelenteng Kong Ling Bio di kawasan Tugu Jam Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tidak seperti biasanya.

    Suasana kelenteng lebih ramai daripada biasanya. Puluhan kendaraan parkir di pinggir jalan sekitar kelenteng. Para pemilik kendaraan berduyun-duyun ke kuil untuk mempersiapkan perayaan Imlek yang akan dilaksanakan pada 28 Januari mendatang.






    Mayoritas warga Tionghoa itu usai melakukan sembahyang dan memanjatkan doa. Sebagian warga menyiapkan air bunga. Ada pula yang membawa sabun cair. Beberapa orang menurunkan sejumlah rupang atau objek pemujaan dari altar. Mereka bekerja sama dan berbagi tugas, mulai membersihkan altar pemujaan hingga rupang-rupang. Objek pemujaan itu dibersihkan dengan sabun dan disiram dengan air bunga.

    "Biasanya, seminggu sebelum Tahun Baru Imlek, kami membersihkan rupang dan peralatan sembahyang lainnya," kata Lidia Sam Setyagraha, Sekretaris Kelenteng Kong Ling Bio.

    Sebelumnya, pada Jumat (20/1) malam, telah dilakukan ritual sembahyang Toa Pek Kong naik. Ritual sembahyang tersebut mempunyai makna untuk mengantar Dewa Dapur ke langit membawa catatan kehidupan orang-orang di bumi selama satu tahun terakhir.

    Melakukan ritual itu, kata Lidia, harus dengan hati yang bersih pula. Mereka juga menjalankan pantangan tidak makan daging.

    "Hari ini kami membersihkan rupang, altar, dan diri dengan hati yang bersih dan pantang makan daging," kata Lidia.

    Kesibukan bersih-bersih kuil juga dilakukan umat Tri Dharma di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

    Sepekan menjelang Tahun Baru Imlek 2568, umat Tri Dharma melakukan prosesi pemandian patung para dewa dan pembersihan Kelenteng Boen Tek Bio, Banyumas. Umat Tri Dharma mulai hadir di kelenteng setempat sejak pukul 09.00 WIB.

    Mereka mengambil satu per satu kimsin atau patung para dewa untuk dimandikan dengan air yang telah dicampur bunga.

    Pembersihan tersebut dilakukan pada saat Dewa Dapur dan para suci lainnya diyakini naik ke langit. "Selain memandikan para suci, umat Tri Dharma melakukan pembersihan berbagai peralatan sembahyang serta kelenteng," kata Ketua Kelenteng Boen Tek Bio Bambang Setiawan.

    Menurutnya, memandikan atau jamasan terhadap dewa-dewa suci tersebut merupakan simbol membuang kotoran dan kesialan sehingga memasuki Imlek dalam kondisi bersih. "Pada Tahun Ayam diharapkan, manusia akan berani menghadapi kenyataan hidup dengan lebih baik. Kita berharap ayam jantan berani dalam menyelesaikan persoalan," harapnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id