Sosialisasi Kenormalan Baru di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Raka Lestari - 21 Juni 2020 06:00 WIB
    Sosialisasi Kenormalan Baru di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
    Ada kenormalan baru dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berikut selengkapnya. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
    Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta memberikan sosialisasi mengenai kenormalan baru dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    “Kegiatan sosialisasi kenormalan baru ini lebih menekankan kepada pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di rumah, di kantor dan di tempat umum yang merupakan tanggung jawab kita semua dan harus dimulai dari diri kita sendiri,” ujar Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, mengatakan “Apa yang Pemda DKI Jakarta lakukan pada masa transisi ini adalah kita mulai membuka sektor pariwisata secara bertahap. Dan selama masih PSBB, kapasitas dari tempat-tempat  wisata itu diperkenankan maksimal 50 persen,” ujar Cucu dalam acara Sosialisasi Kenormalan Baru di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui live streaming YouTube, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menitikberatkan implementasi pada cleanliness, health, and safety (CHS) dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

    “Oleh karena itu, saya mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama mentaati dan mengikuti protokol ini dalam menekan penyebaran virus korona lebih luas lagi,” ujar Wishnutama.

    Wishnutama juga menambahkan bahwa pada masa transisi seperti sekarang ini, disaranakan untuk tetap menjaga kesehatan dengan cara menjaga jarak, selalu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer serta menggunakan masker sebagai pelindung yang tidak boleh diabaikan.

    “Sebab kalau tidak, maka kemungkinan akan terjadi gelombang kedua yang lebih besar dan membutuhkan waktu yang lama dalam masa pemulihannya. Serta akan menghabiskan sumber daya yang juga besar tentunya dan ini yang tidak kita harapkan,” tambahnya. 

    “Mari kita dukung bersama kegiatan sosialisasi kenormalan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini dengan penuh optimis dan rasa tanggung jawab,” tutup Wishnutama.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id