Lomba Bertutur Diyakini Mampu Membantu Sektor Pariwisata

    K. Yudha Wirakusuma - 25 Juni 2020 15:04 WIB
    Lomba Bertutur Diyakini Mampu Membantu Sektor Pariwisata
    Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando saat RDP (Foto: Istimewa)
    Jakarta: Guna membangkitkan kembali gairah pariwisata di Tanah Air, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) disarankan untuk bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengadakan lomba bertutur. Lomba tersebut diusulkan diadakan di setiap kabupaten/kota.
     
    Untuk tema, Anggota Komisi X, Mujib Rahmad menyarankan tentang potensi di daerah masing-masing kabupaten/kota. Sementara untuk peserta dapat diikuti pelajar. 
     
    “Program ini dapat membuat siswa aware terhadap potensi di daerahnya, melatih siswa untuk membaca, melakukan riset, mendengarkan pendapat dari tokoh-tokoh masyarakat, menulis narasi, melakukan orasi dan sekaligus dapat mempromosikan daerahnya dengan baik,” kata Mujib saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Perpusnas, di Jakarta.
     
    Dengan kegiatan tersebut, tentunya dapat meningkatkan literasi masyarakat. Terutama anak-anak sekolah. “Di sisi lain dengan kita dapat membantu pariwisata yang berdampak sangat besar di era pandemi,” terangnya.
     
    Sementara itu, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando menyambut positif usulan tersebut. “Setuju dengan usulan Pak Mujib untuk melaksanakan lomba tutur, terutama untuk mendukung pariwisata,” ucapnya.
     
    Dalam kesempatan tersebut, Perpusnas juga mengajukan usulan penambahan anggaran pada 2021 sebesar Rp252.566.276.500.
     
    "Angka tersebut adalah kebutuhan untuk mengejar target pengembangan perpustakaan dan literasi yang terpotong akibat covid-19 di 2020. Kami meyakini bahwa literasi memiliki kontribusi positif dalam menciptakan inovasi serta keterampilan kecakapan sosial," urainya.
     
    Syarif Bando juga memaparkan sejumlah capaian positif yang diraih Perpusnas. Yang pertama, terjadi kenaikan angka indeks membaca dari semula 52,92 pada 2018 menjadi 53,84 pada 2019. Kedua peningkatan signifikan penyerahan karya cetak dan karya rekam (KCKR), jika sebelumnya hanya 68.824 (142.660 eksemplar) pada 2018, mengalami lonjakan menjadi 324.021 (396.198 eksemplar) pada 2019.
     
    "Kami menerapkan strategi untuk tidak memberikan nomor ISBN baru kepada penerbit jika belum menyerahkan hasil terbitannya kepada Perpusnas," urai Syarif Bando.
     
    Dan capaian positif lainnya adalah tingkat kepuasan pemustaka dari 4,0 naik menjadi 4,39. Sedangkan angka kunjungan yang semula 5.986.466 pada 2018, melonjak menjadi 9.793.174 pada 2019.




    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id