JEF 2019 Berkonsep Ramah Lingkungan

    Kumara Anggita - 30 Agustus 2019 07:04 WIB
    JEF 2019 Berkonsep Ramah Lingkungan
    Suasana Press Conference Jakarta Eat Festival 2019--Medcom.id/Kumara
    Acara Jakarta Eat Festival (JEF) memiliki konsep ramah lingkungan. Bahkan pengunjung diminta membawa tempat minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik.


    Jakarta: Tak hanya bersenang-senang, juga akan dibuat ramah lingkungan. JEF mengajak pengunjung untuk meminimalisir penggunaan plastik dengan membawa botol minum dari rumah. Langkah ini didukung oleh WWF-Indonesia.

    "Kami juga sadar betapa besar peran industri pangan pada lingkungan hidup, utamanya perihal waste. Kami ingin mengajak pengunjung untuk lebih bijak dalam penggunaa kemasan sekali pakai, misalnya dengan membawa botol minumnya sendiri. Kami akan mempersiapkan water station untuk peserta JEF, jelas" Festival Director JEF, Ira Guntur di Jakarta, Rabu, 23 Agustus 2019.

    Langkah ini didukung penuh oleh WWF Indonesia yang sedang mengampanyekan "Beli Yang Baik". Manajer Komunikasi Konservadi WWF-Indonedis, Dewi Satriani mengatakan segala sesuatu yang kita konsumsi berdampak bagi lingkungan.

    "Mulai dari cara produksinya, penggunaannya hingga limbahnya. Oleh karena itu, kampanye "Beli Yang Baik" mengajak konsumen untuk mencermati berbagai aspek dari produk yang dikonsumsi untuk meminimalisir dampak negatifnys terhadap lingkungan," papar Manajer Komunikasi Konservadi WWF-Indonedis, Dewi Satriani di Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

    JEF juga berkolaborasi dengan WWF-Indonesia yang tergabung dalam konsorium Local Harvest bersama HIVOS, AMAN, NTFP-EP Indonesia, ASPPUK melalui kampanye yang disebut dengan Pangan Bijak Nusantara. Kampanye ini ditujukan untuk mendorong perubahan pola konsumsi dan produksi pangan menjadi sehat, lokal, adil, dan lestari.

    "Pangan bijak nusantara merupakan kampanye multi-tahu yang sangat penting mendorong perubahan gaya konsumsi pangan yang signifikan ke arah konsumsi produk pangan yang berasal dari sumber yang etis dan berkelanjutan. Hal itu melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran konsumen mengenai dampak dari pilihan makanan mereka pada lingkungan, sosial budaya, dan aspek lainnya," ungkap Poject Manager Local Harverst, Miranda.

    Sementara itu, Ade Putri selaku Content Director senang dengan kampanye ini. Dia merasa bahwa kampanye Pangan Bijak Nusantara mampu mendorong kesadaran masyarakat. 

    "Jadi misal kita belanja sesuatu kita harus tahu itu sumbernya dari mana. Dengan lebih mindful jadi uang kita tidak sia-sia. Juga ada kelangsungan untuk petani-petani lokal. Pangan bijak nusantara mulai menonjoloan produk lokal yang dari petani langsung sehingga ada value. ini bukan lagi dari tengkulak seperti yang selama ini," ungkapnya pada Medcom.id.

    Selain booth, akan ada pula beragam talkshow, workshop, cooking demo, nonton film bareng, hingga molecular gastronomy cooking show. Topik yang ditawarkan antara lain diet, inisiasi masak-memasak, skena bir kriya di Indonesia, Ubud sebagai tujuan gastronomi dunia, dan bagaimana buat konten dan branding yang baik.

    "Nonton bareng misalnya seperti netflix street food sebelum pemutaran kita ngobrol terkait kuliner Indonesia. Apa yang membedakan," ungkap Ade.

    Demo masak akan dipandu oleh koki profesional yaitu Chef Eddria Tjhian Chefq Ardika Dwitama, dan Chef Adrian Ishak. Untuk mengikuti workshop, Anda bisa mendaftarkan diri ke jakartaeatfestival.com. Sementara untuk mengunjungi bazar, semua dipersihakan menikmati secara gratis.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id