Ngemil Bisa Meningkatkan Kebersamaan

    Sunnaholomi Halakrispen - 04 Desember 2019 12:00 WIB
    <i>Ngemil</i> Bisa Meningkatkan Kebersamaan
    Sosiolog, Dr. Dra. Erna Ermawati Chotim, M.Si (Foto: Krispen/Medcom.id)
    Jakarta: Manfaat dari kebiasaan ngemil tak hanya didapaatkan sendirian, tapi juga bisa meningkatkan kebersamaan. Hal tersebut berdasarkan survei The State of Snacking yang dilakukan oleh lembaga survei The Harris Poll bersama Mondelez International.

    Hasil surveinya, sebanyak 86 persen responden mengatakan bahwa mereka menggunakan momen ngemil untuk menciptakan kebersamaan dengan orang Iain. Angka itu 23 persen Iebih tinggi dari rata-rata global atau masyarakat dunia.

    Masyarakat Indonesia juga melihat camilan sebagai sebuah medium untuk terhubung dengan dirinya sendiri dan juga budayanya. Ada tradisi ngemil setiap harinya dan sebagian percaya bahwa kebiasaan mengemil dapat mempertahankan tradisi keluarga.

    "Menghadirkan kehangatan satu dengan yang lain. Kita makan satu hal secara bersama-sama, ada bapak sama anak, yang muda dan tua," ujar Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. selaku sosiolog, di Kembang Goela, Jakarta Selatan.

    Ngemil juga membantu mengatasi jarak antar kelas sosial. Sebab, kata Erna, ketika menikmati camilan bersama-sama, tidak ada pandangan kelas sosial tertentu.  

    "Snack jadi medium yang memudahkan, enggak ada kelas lagi. Sesuatu yang sangat konstruktif dan nyata dan lewat survei ini menegaskan fenomena itu," paparnya.

    Kegiatan ngemil juga diyakini sebagai pencair suasana dalam momen kebersamaan. Apalagi orang Indonesia merupakan masyarakat kolektif yang senang bersosialisasi.

    "Jadi sangat relevan bahwa menikmati camilan menjadi momen untuk menjadi Iebih terhubung dengan lingkungan sosialnya," jelas Erna.

    Kebiasaan ngemil bagi masyarakat Indonesia sendiri bisa dikatakan sebagai rutinitas yang tak bisa lepas sedari dahulu. Sebab, banyak camilan tradisional yang tak asing untuk orang Indonesia, seperti singkong, ubi, gorengan, dan camilan lainnya.

    "Sekarang dalam konteks globalisasi, industrinya juga masif. Jadi camilan beragam bukan makanan tertentu yang sifatnya tradisional. Tapi soal kebersamaan enggak berubah, social connectornya benar," pungkasnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id