Wasabi yang Anda Makan Kemungkinan Bukan Wasabi yang Sesungguhnya

    Kumara Anggita - 18 Mei 2020 10:00 WIB
    Wasabi yang Anda Makan Kemungkinan Bukan Wasabi yang Sesungguhnya
    Ada alasan di balik wasabi palsu yang populer. Alasannya, wasabi asli ternyata sangat sulit untuk ditanam. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Saat ke restoran Jepang, biasanya Anda akan menemukan Wasabi yang nantinya digunakan untuk menyedapkan rasa makanan Anda. Namun tahukan Anda, besar kemungkinan wasabi-wasabi yang Anda makan selama ini bukan wasabi sungguhan?

    Dilasir dari Great Big Story, 90 persen wasabi yang Anda makan bukanlah wasabi sungguhan. Yang Anda makan itu adalah lobak pedas yang diberikan pewarna hijau. Ada alasan di balik wasabi palsu yang populer ini. Wasabi asli ternyata sangat sulit untuk ditanam.

    “Membutuhkan waktu 1,3 tahun untuk menanam wasabi. Terlalu banyak cahaya sinar matahari tidaklah baik dan begitu pula ketika kurang cahaya. Anda butuh cahaya yang secukupnya,” ujar Daio Wasabi Farm production chief Yujiro Hashimoto. 

    “Elemen paling esensial dalam mengolah wasabi adalah air musim semi ketika suhunya 13-18 derajat Celsius,” ujar Akio Uchikawa, Supervisor Lahan Wasabi. 

    Wasabi yang Anda Makan Kemungkinan Bukan Wasabi yang Sesungguhnya
    (Yujiro menerangkan banyaknya wasabi yang tak asli karena sulitnya menanam wasabi. Foto: Dok. Great Big Story)

    Selain itu, Production Adviser, Shigetoshi Hama juga mengungkapkan bahwa elemen air juga amat penting dalam menanam wasabi. Sekalinya gagal menanam maka dalam musim itu Anda tak bisa menanm lagi. “Anda tidak bisa menanam apa-apa lagi selama 1,5 tahun," jelas Yujiro.

    Di mana wasabi dipanen? Wasabi yang asli dipanen di Kebun Daio yang terletak di Hotaka Jepang. Kebun ini telah berdiri sejak 1917 hingga saat ini. Di tempat ini terdapat 19 pekerja. Setiap tahunnya, mereka mendapatkan 300.000 - 400.000 wasabi. “Mengolah wasabi ini harus menggunakan tangan, tidak seperti mengolah beras yang bisa pakai alat,” ujar Akio.

    Mengapa wasabi yang kita makan palsu?

    Melihat prosesnya begitu rumit, harga setengah kilo wasabi adalah sekitar Rp1,2 juta Rupiah. Oleh karena itu, orang menggunakan subatitasi yang rasanya hampir serupa.

    Yujiro menyebutkan bahwa banyak tanaman pedas, namun kepedasan dari wasabi menstimulasi hidung Anda tapi tak seperti cabai, “Jadi pedasnya tak bertahan lama,” tambah Yujiro.

    Dia juga menyebutkan bahwa wasabi yang asli rasanya kompleks. Ada rasa pedas yang diikuti dengan rasa manis. Yujiro berharap bahwa tradisi dan metode pendahulu yang telah mereka, bawa bisa bertahan sampai generasi berikutnya. 


    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id