Menpar Ungkap Strategi Tingkatkan Pariwisata Indonesia

    Sunnaholomi Halakrispen - 16 Oktober 2019 17:01 WIB
    Menpar Ungkap Strategi Tingkatkan Pariwisata Indonesia
    Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto:MI/Panca Syurkani)
    Jakarta: Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, mengungkapkan strategi untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Hal ini berkaitan dengan Calendar of Event (COE) 2020.

    "Ada tiga hal yang harus ditingkatkan. Ketiga hal itu adalah meningkatkan media value, cultural creatives value, dan meningkatkan CEO commitment," ujar Menpar dalam Peluncuran COE 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwita, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Arief memaparkan, media value sangat penting diperhatikan oleh setiap penyelenggara event pariwisata di wilayah Indonesia. Sebab, untuk menarik kunjungan wisatawan ke event tersebut, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

    Publikasi oleh media menjadi patokan. Maka demikian, perancangan anggaran harus mendetil. Sebanyak 50 persen dilakukan saat pre-event, 30 persen ketika on-event, dan 20 persen saat post-event.

    “Bagaimana penyelenggaraan event itu dikatakan sukses kalau tidak diketahui wisatawan. Suksesnya event kalau bisa meng-attract wisatawan dalam jumlah besar,” tuturnya.

    Cultural creatives value juga tak boleh ketinggalan. Lantaran, masih terjadi ketimpangan kualitas dalam penyelenggaraan event di daerah, baik dari segi koreografi, arrangement music, maupun penataan kostum atau busana.

    "Saya minta agar Tim Kurator COE melakukan coaching clinic secara rutin setiap 3 bulan sekali untuk memberi pelatihan dalam meningkatkan cultural creatives," paparnya.

    Pemerintah daerah pun perlu melakukan benchmarking ke daerah lain yang tercatat sukses dalam menyelenggarakan cultural event. Salah satunya, event terbaik Pesta Kesenian Bali (PKB) yang setiap tahun sukses dalam penyelenggaraan parade maupun cultural event.

    Selain itu, CEO commitment yang ditujukan sebagai komitmen gubernur dan bupati. Arief menekankan bahwa kepala daerah harus mempunyai komitmen kuat untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya, salah satunya dengan pengalokasian anggaran di sektor pariwisata.

    "Para Kepala Disnas Pariwisata (Kadispar) bisa melakukan bechmarking ke Malaysia maupun Thailand. Pemerintah Thailand, misalnya, mewajibkan setiap desa memili satu event. Kita mempunyai 75.000 desa bila setiap desa memiliki satu event pariwisata akan luar biasa," pungkasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id