Ghee VS Butter, Mana yang Lebih Baik?

    Raka Lestari - 16 September 2019 08:19 WIB
    Ghee VS Butter, Mana yang Lebih Baik?
    Ketika harus membuat kue, berbagai bahan-bahan seperti butter atau mentega merupakan salah satu yang cukup sering digunakan. (Foto: Pexels)
    Jakarta: Ketika harus membuat kue, berbagai bahan-bahan seperti butter atau mentega merupakan salah satu yang cukup sering digunakan. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa selain butter, Anda juga bisa menggunakan ghee untuk menggantikan penggunaan butter pada adonan kue Anda.

    Ghee atau minyak samin adalah bentuk butter yang dijernihkan dengan cara dididihkan dengan api kecil. Sehingga kadar air dan susu padat akan menguap. Ghee biasanya digunakan pada berbagai jenis makanan khas India selama berabad-abad. Baru-baru ini, banyak orang menganggap bahwa ghee merupakan pilihan yang lebih sehat dibandingkan butter.

    "Beberapa orang yang menginginkan pilihan lebih sehat dan menganggap bahwa butter merupakan pilihan yang tidak sehat. Biasanya akan beraliih menggunakan ghee karena tampaknya lebih alami," ujar Bonnie Taub-Dix, RD, founder BetterThanDieting.com dan Read it Before You Eat It.

    Butter

    Kecuali Anda sedang menjalani diet keto, butter bukanlah prioritas utama dalam makanan Anda. Satu sendok teh butter sudah memenuhi 20 persen kebutuhan harian Anda akan lemak jenuh.

    "Lemak jenuh dahulu dianggap sebagai musuh kesehatan nomor satu di masyarakat.  Namun lemak jenuh sebenarnya bukan termasuk makanan sehat, tetapi juga bukan makanan tidak sehat. Butter cenderung makanan yang netral.," ujar David Ludwig, MD, profesor nutrisi di Harvard T. H. Chan School of Public Health, kepada Women's Health.

    Ghee

    Sama seperti butter, 100 persen kalori yang terdapat pada ghee berasal dari lemak. Ghee terbuat dari 99 - 99,5 persen minyak mentega murni, sehingga sebagian kandungan susu di dalamnya sudah terbuang.

    Meski begitu, ghee bukanlah sumber makanan vegan. Ghee masih mengandung jejak jumlah kasein dan laktosa, yang juga dapat menyebabkan sensitivitas pada individu tertentu dengan susu atau intoleransi laktosa, menurut Taub-Dix.
     
    Ghee VS Butter, Mana yang Lebih Baik?

    Untuk kandungan nutrisi, ghee mengandung vitamin A dan E sama juga seperti butter dan conjugated linoleic acid (CLA), yang dapat melindungi terhadap kanker kolorektal dan payudara. Ghee juga mengandung butirat, asam lemak yang dapat membantu pencernaan. Menurut sebuah penelitian dari Journal of Research in Ayurveda, sama seperti butter, ghee juga asam lemak yang dapat membantu pencernaan. 

    Kesimpulan

    Menurut Taub-Dix, meskipun ghee sedang menjadi tren bukan berarti ghee merupakan pilihan yang lebih sehat daripada butter. Keduanya tidak memiliki perbedaan signifikan dalam jumlah kalori dan lemak.

    Salah satu keunggulan ghee terletak pada smoke point atau titik asap. Jika Anda suka memasak dengan panas tinggi, sebaiknya gunakan ghee karena tidak akan terbakar dengan cepat. Butter dapat memiliki smoke point pada pada 350 ° F (177 ° C), tetapi ghee bisa bertahan hingga 485 ° F (252 ° C).  Pilihannya tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup Anda masing-masing.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id