Laguna Garzon vs Kelok Sembilan

    Coki Lubis - 29 Januari 2016 14:08 WIB
    Laguna Garzon vs Kelok Sembilan
    Kelok Sembilan dengan rangkaian jembatan penghubung lembah-lembahnya ketika menjadi lintasan balap sepeda Tour de Singkarak 2015. (ANTARA PHOTO/Iggoy el Fitra)
    medcom.id, Jakarta: Beberapa hari ini dunia dibuat takjub dengan dibukanya jembatan melingkar di Laguna Garzon, pantai selatan Uruguay. Jembatan berdesain melingkar ini dibangun selama 12 bulan. Selain ingin menampilkan keunikan, desain ini ditujukan agar pengemudi menjaga kecepatan dan dapat menikmati pemandangan yang indah di sekitar mereka.

    Laguna Garzon vs Kelok Sembilan
     
    Sejumlah media internasional tak mau luput pemberitaan tentang keunikannya. Begitupula Media Sosial, netizen merespon dengan penuh pesona, ada pula yang mencemooh. Mencemooh? ya, sesuatu yang maklum di Media Sosial, pro-kontra.

    Lepas dari itu semua, fenomena jembatan yang tidak lagi mau dilihat hanya sebagai fungsi, tapi seni dan keindahan, sebenarnya sudah berlangsung lama. Sebut saja, jembatan air mancur Banpo di Korea Selatan dan jembatan Millau di Perancis yang merupakan jembatan tertinggi di dunia.
     
    Belum lagi jembatan Teluk Hangzhou di Cina yang merupakan jembatan lintas lautan terpanjang di dunia, jembatan Oliveira di Brazil yang berbentuk 'X', jembatan Victorian di Inggris, jembatan air Magdeburg di Jerman hingga jembatan Ponte Vecchio di Italia.
     
    Tapi tampaknya dunia luput dengan jembatan milik Indonesia yang satu ini, jembatan Kelok Sembilan, berlokasi di Payakumbuh, Sumatera Barat. Jembatan ini menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Riau.
     
    Bicara soal berkendara menyusuri jembatan sambil menikmati pemandangan, Kelok Sembilan boleh diadu dengan Laguna Garzon. Kelok Sembilan menawarkan panorama bukit pegunungan nan eksotis, ditambah sensasi menyeberangi jembatan dikelilingi lembah dan hutan.
     
    Begitupula soal keunikan, bila Laguna Garzon bulat seperti cincin, Kelok Sembilan meliuk-liuk seperti ular. Perbedaannya, Laguna Garzon memang dibentuk dan didesain sedemikian rupa, sementara Kelok Sembilan dibentuk dan didesain mengikuti lanskap pegunungan. Hasilnya, Kelok Sembilan tampil unik di atas lembah yang indah.
     
    Secara usia, Laguna Garzon dan Kelok Sembilan bagai bumi dan langit. Kelok sembilan usianya 106 tahun lebih tua dari Laguna Garzon. Bahkan, usianya lebih tua dari umur republik ini. Hanya saja, telah mengalami pembaharuan konstruksi pada 2013.
     
    Lantas, mengapa nama Kelok Sembilan rasanya kurang muncul di jajaran jembatan unik. Hal ini belum pernah ada yang membahasnya. Boleh jadi karena melekatnya gambaran jembatan tua yang menyeramkan pada masa lalu. Padahal, setelah diperbaharui, pelancong justru dengan sengaja memilih jalur Kelok Sembilan untuk menikmati keindahan dan kemegahan arsitektur jalan lintas ini.

     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id