Pelaku Usaha Kuliner Memilih Tutup Gerai Jelang Kenormalan Baru

    Sunnaholomi Halakrispen - 11 Juli 2020 13:14 WIB
    Pelaku Usaha Kuliner Memilih Tutup Gerai Jelang Kenormalan Baru
    Jelang era kenormalan baru (new normal), sejumlah pelaku usaha kuliner perlahan membuka restoran mereka, namun ada juga yang memilih masih menutup gerai. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Pandemi covid-19 telah menciptakan tantangan tersendiri bagi pengusaha kuliner. Jelang era kenormalan baru (new normal), sejumlah pelaku usaha kuliner perlahan membuka restoran mereka, namun ada juga yang memilih masih menutup gerai.

    "Kami belum berencana membuka Ms. Jackson hingga sebulan ke depan. Kami sadar, usaha kuliner konvensional paling merasakan dampak ekonomi dari pandemi ini," ujar CEO Broadway Group Jakarta Vinnie Kinetica Rumbayan.

    "Namun, sebagai grup usaha yang dipimpin oleh milenial, semangat inovasi telah mengalir di darah kami. Era kenormalan baru ini menjadi momentum yang tepat bagi kami untuk membangkitkan semangat tersebut dengan melakukan gebrakan bisnis baru," tambahnya.

    Meskipun, grup yang bergerak di bidang food and beverage sejak 10 tahun lalu itu sedang meroket di beberapa tahun terakhir. Bahkan, Ms.Jackson sempat meraih penghargaan pemenang dari Paranoia Awards 2019 oleh Hardrock FM dalam kategori Bar of the Year.

    Sementara itu, berdasarkan data survei dari Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), industri makanan-minuman yang penjualannya diperkirakan akan turun 20-40 persen.

    Prediksi penurunan pertumbuhan bisnis kuliner ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah bagi industri restoran untuk mengurangi kapasitas sebanyak 50 persen pengunjung dari waktu sebelum masa pandemi covid-19. 

    Hal itu, kata Vinnie, menjadi titik balik untuk mulai melirik kesempatan yang muncul setelah pandemi. Misalnya, inovasi digitalisasi model bisnis dalam menyambut kenormalan baru, bahkan merintis bisnis yang bergerak di bidang ekonomi digital.

    Ia mengaku keputusan itu diambil setelah bertukar pikiran dengan gabungan pengusaha muda, terkait tantangan dalam menghadapi masa kenormalan baru ini. Salah satunya, menginisiasi diskusi untuk membentuk sebuah gerakan yang mampu mendorong dan mengimbau seluruh milenial, agar mengambil kemudi dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

    "Sekarang adalah saatnya kami, Broadway Group untuk mengevaluasi dan mengolah kembali strategi bisnis kami untuk kedepannya. Sebagai pengusaha millennial, salah satu kelebihan kami adalah ketangkasan dan keberanian untuk beradaptasi dengan kondisi untuk terus bergerak maju dan tumbuh bersama masyarakat," pungkasnya.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id