Wishnutama Ungkap Fokus Pengembangan Destinasi Labuan Bajo

    Sunnaholomi Halakrispen - 24 Januari 2020 17:09 WIB
    Wishnutama Ungkap Fokus Pengembangan Destinasi Labuan Bajo
    Menparekraf Wishnutama mengungkapkan fokus pengembangan di destinasi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
    Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama Kusubandio mengungkapkan fokus pengembangan di destinasi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua faktor penting yang ditekankannya ialah soal keamanan dan keselamatan.

    Kedua hal tersebut selaras dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa di Labuan Bajo telah disiapkan sejumlah organisasi. Di antaranya, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Basarnas (Badan SAR Nasional), yang berkaitan dengan keamanan pariwisata.

    "Setidaknya wisatawan akan melihat bila di wilayah ini ada SAR. Sehingga rasa aman nyaman itu akan muncul karena kesiapan kita untuk mengantisipasi segala sesuatu," ujar Menteri Tama dalam rilis yang diterima Medcom.id.

    Wishnutama Ungkap Fokus Pengembangan Destinasi Labuan Bajo
    (Menparekraf Wishnutama mengungkapkan fokus pengembangan di destinasi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Presiden Jokowi dan jajaran terkait lainnya. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

    Terkait isu travel advisory, Menparekraf berjanji untuk memperbaiki citra dan kondisi tersebut. Terlebih, status Indonesia dalam travel advisory negara-negara tetangga lebih sering digambarkan dalam kondisi kuning, bukan hijau.

    "Hijau artinya aman, kuning itu artinya hati-hati. Jika status Indonesia dianggap dalam kondisi aman dan nyaman, jumlah wisman bisa naik 20-30 persen," jelasnya.

    Ia menyampaikan bahwa pariwisata itu tidak hanya sekadar membangun infrastruktur atau event, namun soal safety dan security juga dinilai penting. Pekerjaan tersebut pun tidaklah sederhana.

    Wishnutama Ungkap Fokus Pengembangan Destinasi Labuan Bajo
    (Kecantikan alam Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

    "Karena perlu koordinasi dengan banyak lintas sektor. Upaya kita sendiri, perlu adanya Early Warning System di sebuah destinasi wisata, serta membuat Sistem Manajemen Krisis," tuturnya.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap agar jajarannya menyiapkan suatu organisasi yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuannya, untuk menjamin keamanan wisatawan.

    "Sudah distandbykan satu helikopter dan peralatan lainnya, artinya security dan safety menjadi bagian dari yang kita siapkan bukan hanya infrastruktur saja," jelas Presiden.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id