Perkenalkan Penyedap Makanan Khas Jepang, Katsuobushi

    Raka Lestari - 15 Mei 2020 10:00 WIB
    Perkenalkan Penyedap Makanan Khas Jepang, Katsuobushi
    Anda pasti pernah memakan abon khas Jepang ini. Ini adalah katsuobushi. (Foto: Dok. Favy-jp.com)
    Jakarta: Abon yang Anda kenal khas di Indonesia teksturnya berserat dan sedikit lebih berat. Namun, pastinya Anda pernah menemukan katsuobushi, yaitu seperti abon khas dari Jepang. Setipis kertas yang dipotong kecil-kecil namun rasanya gurih.

    Katsuobushi adalah makanan khas Jepang yang unik dan esensial. Dan meskipun katsuobushi merupakan bahan yang cukup mudah ditemukan dalam masakan Jepang, katsuobushi bukanlah bahan makanan yang mudah dibuat di rumah.

    Bahkan, dibutuhkan hampir enam bulan untuk membuatnya, dan paling sering diproduksi oleh pengrajin dan pabrik kecil.

    Takashi Suzuki adalah salah satu pembuat katsuobushi yang sudah membuat produk berbahan dasar ikan ini selama kurang lebih 30 tahun terakhir.

    Di pabriknya yang berada di Yaizu, ia terus menjaga metode tradisional dalam pembuatannya dengan keyakinan bahwa sedikit perawatan dan perhatian ekstra dapat membuat katsuobushi paling lezat.

    “Katsuo” sendiri memiliki arti ikan bonito dalam bahasa Jepang.

    Menurut Suzuki, banyak orang yang menyebut bahwa katsuobushi merupakan salah satu makanan yang paling keras di dunia. Ia juga mengatakan bahwa katsuobushi merupakan salah satu bahan utama dari makanan Jepang.

    “Ketika katsuobushi dipotong, disebut dengan kezuri-bushi (serpihan ikan bonito). Katsuobushi biasa dimakan sebagai topping pada nasi, tahu dingin, dan makanan lainnya. Orang Jepang juga menggunakan katsuobushi pada sup miso, soba, dan udon,” tutur Suzuki.

    Menurut Suzuki, hampir 90 persen katsuobushi diproduksi di Shizuoka dan Kagoshima yang didistribusikan ke seluruh Jepang.

    “Salah satunya adalah pabrik yang bernama Yamashichi Co., Ltd. Milik kami. Biasanya pabrik kami memproduksi 70 - 75 ton katsuobushi setiap bulannya atau sekitar 900 ton per tahun.”

    “Satu potong katsuobushi membutuhkan waktu hampir enam bulan untuk membuatnya. Pertama yaitu proses fillet katsuo (ikan bonito), kemudian direbus dan setelah itu dipanaskan sampai kering. Setelah kering, biarkan selama kurang lebih empat bulan sampai akhirnya bisa disajikan,” jelas Suzuki.

    “Menurut saya, saat ini jumlah pembuat katsuobushi terus menurun. Ini karena proses pembuatannya yang sudah modern sehingga lebih banyak menggunakan mesin dalam pembuatannya."

    "Kebanyakan produsen katsuobushi tidak menggunakan pisau atau papan untuk memotong ikan. Hal ini tentunya membuat jumlah pekerja yang membuat katsuobushi semakin sedikit,” ujar Suzuki.

    Menurut Suzuki, ia merasa bertanggung jawab dalam menjaga pembuatan bahan makanan khas Jepang ini sehingga ia merasa bangga bahwa pabrik tempatnya bekerja masih menerapkan metode tradisional. “Untuk itu, saya akan terus membuat katsuobushi,” tutupnya.

    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id