Ratusan Layang-layang Semarakan Kite Festival Banyuwangi 2016

    Amaluddin - 07 Agustus 2016 11:06 WIB
    Ratusan Layang-layang Semarakan Kite Festival Banyuwangi 2016
    (Foto: Amaluddin)
    medcom.id, Banyuwangi: Aneka macam layang-layang mewarnai langit Pantai Boom, Banyuwangi. Suasana pantai yang tenang pun menjadi semarak saat orangtua, remaja hingga anak-anak dengan antusias, mencoba beradu layang-layang milik mereka.

    Bahkan, bupati Banyuwangi Azwar Anas pun tampak ikut menerbangkan layang layang berbentuk penyu sebagai tanda dimulainya Kite Festival Banyuwangi 2016.

    Festival layang layang yang diikuti 238 peserta ini merupakan agenda rutin rangkaian  Banyuwangi festival, dengan melombakan berberapa nomor kategori, seperti layang-layang hias, bendetan dan suwangan.

    Acara ini diselenggarakan untuk mewadahi hobi bermain layang-layang, kegiatan yang sering dilakukan masyarakat Banyuwangi pada musim kemarau.

    "Permainan layang-layang sudah menjadi tradisi masayarakat Banyuwangi. Permainan ini unik dan tidak semua orang bisa bermain Karena  membutuhkan keahlian khusus seperti tahu arah angin dan bagaimana trik menarik layang layang agar bisa terbang," kata Anas, saat membuka Kite Festival, di Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu (6/8/2016).

    Permainan layang-layang di Festival ini pun berlangsung seru. Dengan tema “Segoro Banyuwangi," layang layang yang beterbangan di langit pun didominasi aneka bentuk yang berkaitan dengan laut, seperti ikan, penyu, dan kapal layar. Keseruan juga bertambah dengan adanya lomba bendetan, dimana layang-layang saling beradu kekuatan siapa yang mampu bertahan dari gesekan benang lawan.

    “Permainan ini bukan sekadar aktivitas bersenang senang saja, ada filosofi didalamnya. Saat bermain layang-layang, kita melakukan tarik ulur benang untuk menjaga layang layang terbang dengan baik. Tarik ulur dianalogikan sebagai usaha yang harus dilakukan manusia untuk memperoleh kehidupan yang baik," ujar Anas.

    Selain layangan hias dan bandetan, terdapat lomba layang suwangan, yakni lomba-layang-layang yang akan berlangsung pada malam hari. Keunikannya, layangan dilengkapi lampu-lampu kecil akan tampak seperti kunang-kunang, dan mengeluarkan suara dengung yang khas.

    “Antusiasme masyarakat untuk mengikuti festival ini sangat besar, tahun depan kita juga akan mengajak beberapa daerah untuk berpartsipasi memeriahkan festival ini,” imbuh Anas.

    Salah satu peserta yang nampak antusias mengikuti Festival layang-layang ini adalah Joni (50). Pria asal Sidoarjo ini rela datang jauh-jauh dan membawa layang-layangnya yang besar untuk memeriahkan acara ini. Joni menerbangkan layang layang yang panjangnya sampai 160 meter.

    “Sebenarnya layang-layang yang saya bawa, tidak sesuai tema karena berbentuk kupu-kupu. Tapi saya ingin memeriahkan acara ini jadi saya ikut berpartisipasi pada hari ini,” kata Joni.

    Festival Layang-layang ini sendiri telah berlangsung sejak Jumat (5/8/2016), dan akan berakhir hari ini, Minggu (7/8/2016).  Selain lomba layang-layang, Festival ini juga dimeriahkan dengan puluhan stand yang menjual  aneka produk unggulan UMKM Banyuwangi.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id