Persiapan Insentif Pariwisata, Upaya Tangani Dampak Virus Korona

    Sunnaholomi Halakrispen - 13 Februari 2020 11:57 WIB
    Persiapan Insentif Pariwisata, Upaya Tangani Dampak Virus Korona
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai Rakor Antisipasi Dampak Virus Corona di Gedung Kemenparekraf RI, Jakarta Pusat. (Medcom.id/
    Jakarta: Rencana diberikannya insentif untuk pariwisata Indonesia oleh pemerintah sedang digenjot. Meski belum membuahkan keputusan detail, telah ada gambaran persiapannya. 

    Hal tersebut berdasarkan hasil pertemuan antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta perwakilan airlines yang beroperasi di wilayah penerbangan di Indonesia.  

    "Kita ingin sharing bersama membahas bagaimana pokok pikiran atau kesempatan-kesempatan ini kita buat bersama, memang patut di pahami bahwa semua airlines itu ada masalah," ujar Menteri Perhubungan di Gedung Kemenparekraf, Jakarta Pusat.

    Ia memaparkan bahwa masalah yang dihadapi tidak merata di semua airline. Namun, rata-rata berhubungan dengan kondisi penyebaran novel coronavirus Covid-19 yang mewabah dari Tiongkok.

    "Tetapi tadi airline menyampaikan bahwa ke Jepang, Korea, Eropa, Amerika, ke India, itu masih baik, namun demikian efeknya tetap banyak. Sejalan dengan arahan Presiden (Joko Widodo) kemarin, kita ingin memberikan ruang semacam insentif," paparnya.

    Berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, insentif apa saja yang akan diberikan belum ada ujung kesepakatannya. Perundingan masih dilakukan dan rencananya akan ditujukan kepada Presiden Jokowi di pekan depan. Permohonan bentuk insentif dari perwakilan pihak airlines pun beragam.

    "Ada yang minta berupa PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang dikenakan setiap aircraft, tapi kita timbang-timbang apa yang kita berikan, kepada siapa, kepada penumpang atau aircraftnya," akunya.

    Menparekraf Wishnutama menambahkan, insentif juga bisa disasarkan terhadap hotel. Keputusan secara komprehensif dikemas agar pariwisata di Indonesia teratasi dengan mendongkrak kembali jumlah wisatawan.

    "Bukan hanya airlines, hotel, dan sebagainya. Tentunya kita juga sudah melakukan pembicaraan juga dengan chain hotel, PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia). Ini adalah usaha kita bagaimana dapat menghadapi, melewati virus korona ini," tutur Tama, sapaannya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id