Jenis Garam Dapat Membuat Perbedaan Terhadap Rasa

    Raka Lestari - 29 Oktober 2019 11:20 WIB
    Jenis Garam Dapat Membuat Perbedaan Terhadap Rasa
    Ilustrasi--Pexels
    Jakarta: Garam merupakan salah satu kebutuhan memasak yang hampir selalu ada di dapur setiap orang. Dilansir dari huffpost, garam memiliki berbagai jenis, bentuk dan kegunaannya.

    Mulai dari garam meja beryodium, hingga garam laut yang memiliki takstur cenderung kasar hingga garam yang memiliki tekstur serpihan sangat halus.

    Meskipun Anda bukan tipe yang memerhatikan perbedaan dari berbagai jenis garam, mungkin Anda perlu tahu bahwa jenis garam dapat membuat perbedaan terhadap rasa. Selain itu juga dapat memengaruhi tekstur masakan dan beberapa jenis lainnya memiliki harga yang cukup mahal.

    Finishing salt

    Dalam dunia garam, finishing salt merupakan jenis garam yang paling mewah. Finishing salt merupakan jenis garam dengan harga yang paling mahal. Karena membutuhkan suhu yang sangat khusus, tingkat salinitas, dan lamanya waktu untuk membentuk kristal garam yang lebih besar. Garam jenis ini juga digunakan lebih sedikit dibandingkan garam memasak tradisional, yang berarti jenis garam ini tidak perlu diproduksi secara masal.

    Garam laut (sea salt)

    Garam laut adalah garam yang dibuat dengan menyalurkan air dari lautan ke sebuah tempat yang memungkinkannya menguap secara alami di bawah sinar matahari dan angin. Karena tidak sebagus garam jenis lain, garam ini mengandung sejumlah kecil mineral alami lainnya seperti zat besi, magnesium, kalsium, kalium, mangan, seng, dan yodium.

    Garam Kosher (Kosher salt)

    Garam jenis ini adalah pilihan yang cukup populer untuk masakan sehari-hari, karena mengandung zat aditif yang lebih sedikit dan memiliki rasa yang lebih bersih dibandingkan garam dapur yang diproses. Harga garam ini juga sedikit lebih mahal dibandingkan garam dapur biasa.

    Garam dapur

    Dari semua jenis garam, jenis ini merupakan yang paling murah dan paling umum ditemukan di dapur-dapur setiap orang. Garam jenis ini mengalami proses pemurnian yang menghilangkan sebagian besar mineral, meninggalkan natrium klorida murni dan menghasilkan rasa pahit. Zat aditif yang sering ditambahkan adalah yodium dan anti-caking agents.

    Lalu, mana yang paling baik diantara semuanya?

    Ukuran, bentuk, dan rasa garam yang berbeda menentukan jenis masakan yang paling cocok untuk mereka. Palak Patel, seorang koki di Institute of Culinary Education, mengatakan kepada HuffPost bahwa garam Kosher merupakan pilihan yang hampir tepat untuk semua kebutuhan memasak di rumah Anda.

    “Garam Kosher adalah salah satu jenis garam yang paling serbaguna karena bentuknya,” ujar Patel.

    Tidak seperti garam  beryodium, ini adalah garam bersih yang tidak memiliki rasa residu dan karena memiliki tekstur butiran yang lebih besar-besar. Ketika Anda menggunakannya pada masakan dapat membuatnya lebih menempel ke permukaan dan memberikan rasa garam masuk ke dalam makanan.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id