Pariwisata Skandinavia dan Wilayah Nordik Segera Dibuka

    Sunnaholomi Halakrispen - 30 Mei 2020 16:20 WIB
    Pariwisata Skandinavia dan Wilayah Nordik Segera Dibuka
    Ilustrasi (Foto: Pixels)
    Jakarta: Sebagai satu-satunya negara di Eropa yang tidak menerapkan lockdown, Swedia memiliki beberapa aturan pembatasan yang akan dicabut. Namun, pembatasannya masih tertutup untuk negara-negara di luar Uni Eropa, Wilayah Ekonomi Eropa, atau Swiss, dan langkah-langkah ini ditetapkan untuk tetap berlaku untuk saat ini.

    Wakil Perdana Menteri Isabella Lovin mengakui sektor pariwisata negara itu telah terpukul sangat keras karena tidak adanya pelancong atau wisatawan. Lovin mengatakan, salah untuk menyarankan pendekatan yang lebih santai dengan bisnis seperti biasa di Swedia.

    "Mitos dan kesalahpahaman terbesar adalah bahwa kehidupan berjalan seperti biasa di Swedia," ujarnya dikutip dari CNN.

    Ia baru-baru ini mengatakan kepada publikasi multi-regional The Local bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar. Bahkan, banyak usaha kecil berlutut karena produksinya sedang turun atau sudah banyak berkurang perkembangan bisnisnya. "Ini bukan bisnis seperti biasa di Swedia tetapi sebaliknya, segalanya sangat, sangat sulit," paparnya.

    Austria di dekatnya sedang merencanakan pengembalian bertahap ke normal, dengan hotel yang dibuka kembali sejak 29 Mei 2020. Geniesserhotel Die Forelle di Carinthia, adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang siap menyambut wisatawan domestik berbulan-bulan setelah dipaksa menutup pintu mereka.

    "Kami ingin menawarkan kepada tamu kami masa inap yang sangat santai dan tentu saja kami memastikan bahwa semua peraturan kebersihan dipatuhi," ucap Hannes Muller, yang mengelola hotel.

    Sementara itu, Denmark berencana untuk mencabut pembatasan penguncian wilayah yang tersisa pada minggu kedua bulan Juni 2020. Perdana menteri negara itu, Mette Frederiksen, sebelumnya telah berbicara tentang kemungkinan pembukaan kembali perbatasan yang memperingatkan hal ini dapat mengakibatkan berbagai hal ke arah negatif.

    "Pembukaan perbatasan dapat berarti bahwa banyak orang datang ke Denmark. Mungkin membantu memindahkan infeksi ke arah negatif. Tentu saja, perbatasan juga harus dilihat dalam konteks apa yang terjadi di negara-negara di sekitar kita," tuturnya kepada surat kabar Denmark, Politiken.

    Frederiksen melanjutkan dengan menyarankan Denmark tidak akan membuka kembali perbatasan sampai waktu yang akan ditentukan. Sementara itu, Islandia membawa kontrol perbatasan internal sementara bulan lalu, melarang semua warga negara asing kecuali untuk warga negara Uni Eropa dan negara-negara Eropa terkait.

    Setiap orang yang datang dari luar negeri harus menyelesaikan karantina selama 14 hari sejak 24 April. Negara Nordik sekarang bersiap untuk membuka kembali dalam upaya untuk membatalkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh penutupan.

    Pemerintah Islandia pun berharap untuk mulai mengurangi pembatasan kedatangan internasional pada 15 Juni. Sementara detail lengkapnya belum dikonfirmasi, diperkirakan wisatawan akan diberikan pilihan tes kesehatan pada saat kedatangan atau menjalani karantina selama dua minggu.

    "Meskipun Islandia hanyalah sebuah pulau, pulau itu selalu berkembang melalui perdagangan dan kerja sama internasional. Dengan hanya tiga kasus virus yang didiagnosis pada bulan Mei, kami sekali lagi siap untuk hati-hati membuka pintu kami ke dunia," papar Menteri Luar Negeri Gudlaugur Thor Thordarson dalam pernyataan resminya.

    "Meskipun kami tetap berhati-hati, kami optimis bahwa kami dapat dengan sukses memulai perjalanan kami kembali ke keadaan normal," pungkasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id